Menu
Showing posts with label Youtube. Show all posts
Showing posts with label Youtube. Show all posts

By @apriansetiawan
Tunggu.

Masih ada kelanjutan dari judul yang terdengar sangat membahagiakan seperti senyuman selebar tiga jari di foto atas, yaitu: terms and conditions apply. Ditulis pake size huruf 0.5. Pokoknya sekecil mungkin. Sampe yang baca merasa ditipu dulu, pas mau protes eh ada TNC-nya. 

Kan jadi bete.

But yeah.

Gunung Bunder, Bogor, bisa jadi tempat paling sempurna buat melakukan Glamcamp alias Glamorous camp seperti yang pernah gua lakukan sebelumnya di Surya Kencana, jika memiliki:
1. Pohon pinus yang lebih rimbun
2. Nyamuk yang lebih sedikit
3. Udara yang lebih dingin
4. Serta berkurangnya frekuensi nenek-nenek penjaja kopi dan gorengan dingin mondar-mandir sekitar tenda

Waktu pertama kali diajak ke Gunung Bunder buat Glamcamp-an, otak gua langsung flashback ke masa-masa dimana salah seorang anak #JalanPendaki pernah bilang: Gunung Bunder enak sih bang buat bikin acara, tapi ya gitu banyak banget orang pacaran. Pasti lo kesel deh!

Saat itu gua emang pengen gebukin tu anak, kenapa musti kesel coba? 
Apa dia pikir gua bakal sedih hati gara-gara liat orang pacaran? 
Cih, gak lah yaw! 

Gini gini hati aing sekuat baja, meski tak ada pemiliknya. 

*diam-diam sesenggukan*

Since cuaca lagi gak memungkinkan buat manjat gunung ya iya-iya, meski kebayang betapa betenya kalau ketemu pasangan muda-mudi memadu kasih, gua iyain aja ajakan Glamcamp kedua. Lagian, ketemu geng Glamcamp juga membawa kebahagiaan lain yang gak bisa dibandingin.

***

"Lu jadi talent ya, bang?" kata Cinay meyakinkan gua.

Di satu sisi jiwa bintang gua menyeruak. Sisi lain, jiwa pemalu dan pendiam gua menolak dengan keras. Iya, gak percaya kan aslinya gua pemalu dan pendiam? 

"Boleh deh, gapapa." 

Atas nama tuntutan karir dan kali aja tahun depan gua bisa jadi artis sinetron yang bakal ngalahin Raffi Ahmad, gua iyain. Tapi begitu liat kamera depan muka... rasanya gua pengen nutup muka pake gulungan matras aja. Yawla malunya....

For your information, 

Glamcamp kedua ini memang sedikit berbeda dengan yang pertama. Glampcamp pertama, gua masih jadi natural talent, artinya, sama sekali gak ada skrip, arahan gaya, hingga alur cerita. Bener-bener natural dan jadi sebuah karya yang fenomenal (buat kami sendiri, at least).

Dengan kesuksesan yang diakui dunia internasyenel, jadilah geng Glamcamp bener-bener merumuskan matang-matang konsep yang bakal diusung di Glamcamp kedua ini. Seperti yang udah gua bilang, anak-anak muda zaman sekarang bener-bener multitalenta. 

Ada @meizalrossi yang meski gak muda lagi, tapi talentanya gak bisa diragukan. Gak boleh malah. Di Glamcamp kedua, dialah mastermind-nya. Dia yang bikin ide cerita, ngumpulin potongan-potongan mood, bikin storyline, sampai ngesyut dan ngarahin gaya. Our director. Sang pengelana sepi. Soalnya masih sendiri dan selalu sendiri.

....kok jadi tersinggung sendiri ya gua. Kesel.

Ada juga @masbi_ dan @apriansetiawan, duo fotografer sekaligus selebgram ganteng yang digilai cewe-cewe, meski yang satu belum bisa move-on udah ratusan purnama, yang satu cuma berakhir jadi temen masker doang. Sedih gak sih, udah deketin susah payah, pake modal waktu, tenaga, dan uang, cuma diajakin maskeran? 

Tapi mendingan lah daripada cuma dianggap kaka-adean, kan? Wkwk.

Sebuah karya pasti ada seorang produsernya. Anggaplah Glamcamp ini bakal jadi serial yang menyenangkan sekaligus bikin iri hati siapapun yang menontonnya, nah, minta tanggung jawab aja sama @cinaynww. Dia produser sekaligus orang yang paling semangat ngehidupin Glamcamp.

Talent cowo akan terasa hampa kalau gak ada cewenya, maka dari itu, kehadiran gadis manis nan manja sekaligus seorang heartbreaker (meski dia sendiri gak sadar) bernama @dianalst dibutuhkan. Untungnya, ada beberapa cemewew manis lainnya yang mau ikut, @nmilanti dan @ranraniayu

Kami juga punya koki handal bernama @saproolll, yang kalau masak selalu enak meski endingnya dia masuk angin dan sakit dua minggu begitu sampe rumah. Gua rasa ada setan cewe yang ngintilin tuh. 

Pemilik properti (sebut saja mobil) dihiasi lampu cimit-cimit, yang surprisingly bersuara lebih dari emas, bener-bener bikin semarak suasana @galihregiyana@sukmaerlangga@ardhannugraha, dan @japramfr.

Pernah punya temen tongkrongan yang suka nyanyi-nyanyi di pengkolan gang depan rumah kan?

Nah, mereka persis kayak gitu. Bedanya, yang ini kualitas penyanyi beneran, yang biasa di gang kan kualitas penyanyi kamar mandi. Termasuk gua. Playlistnya juga banyak banget! Dari reggae sampe lagu-lagu kekinian lengkap. Nyanyi mulu di depan tenda. Bikin sing along dan adem hati yang mendengarnya.


Buat gua pribadi,

Apapun kondisi Glamcamp selalu punya kenangan yang membekas di hati. Kayak, janjian berangkat jam 5 pagi, ternyata baru terealisasi jam 8an. Bete memang, apalagi angin di meeting point saat itu lagi kencang-kencangnya. Bikin meriang. But it was okay.

Sepanjang jalan diguyur hujan, tapi untungnya pake mobil kan, jadi gak berasa amat. Begitu sampai lokasi ternyata Gunung Bunder lebih semacam kebon di atas ketinggian yang gak tinggi-tinggi amat disertai satu-dua pohon pinus.

Gunung Bunder lebih mirip camping ground ketimbang 'gunung'. Tapi emang camping ground kayaknya. Pada kenyataannya, berbeda kayak pas di Surya Kencana, gua gak perlu nanjak-najak bawa keril kehujanan, ini cukup mobil yang nanjak dikit, cus, langsung sampai di lokasi ngecamp.

Seperti biasa, bukan Glamcamp kalau gak ada tenda segede rumah singgah, meja dan kursi lipat, bendera inggris (yang gua gak ngerti kenapa bisa muncul di sini), hingga panggangan ayam. Properti Glamcamp wajib ada juga gak boleh ketinggalan: lampu cimit-cimit yang dinyalain pake aki imut, makanan melimpah ruah, sampai laybag-sofa portabel ala-ala warna-warni.

Glamcamp memang selalu menawarkan sebuah kemewahan dan kenyamanan luar biasa dari sebuah pendakian gunung weekend getaway.

Setelah seharian ngesyut sana sini, hingga malam sih, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Masak-masak di atas panggangan unyu sambil ngariung di sekitar api unggun. Uwh! Priceless! Gua selalu suka saat ngumpul-sambil-ngemil di Glamcamp. Meleburkan kecanggungan. Membuat yang gak kenal jadi kenal. Bikin perasaan hangat merasuk dalam-dalam ke relung hati. 

Asli, gak ada satu pun moment yang bikin gua ngerasa kangen kantor. Inget cicilan. Maupun inget mantan. Gua betah.  Pake banget. Kecuali asep ngebul dari api unggun yang bikin bubar. Brengsek banget emang itu asep, kalau dihindarin malah ngejar!

Really! I miss that moment, argh!


Gua selalu merasa alive banget berada di Glamcamp. 

Bukan Gunung Bunder-nya, tapi, orang-orangnya yang selalu membuat suasana menjadi sempurna. Karena bersama orang-orang yang tepat, segala gundah akan segera sirna, bukan?

I was soooo into Glamcamp.

Membuat gua selalu sadar bahwa hidup bukan hanya menjalani rutinitas, tapi harus tetap bahagia dan berkarya. Atau berkarya jadi bahagia. Atau bahagia jadi berkarya. Sekarepmu wis!

Udah ah ya, daripada makin penasaran, tonton aja langsung film Glamcamp: The Weekend Getaway. Subscribe dan likes juga jangan lupa. Bye.

Anyway, sampai jumpa di #Glamcamp season 3!

Ps:
Gosipnya bakal dibuka buat umum nich. Ada yang minat ikut?



0


Whatsapp bro?! 

*niatnya gaul tapi malah kayak nanya aplikasi chat*

Finally akhirnya, eug bisa upload vlog terbaru (meski ceritanya udah basi) soal pendakian ke Gunung Batur dan Agung, Bali kemarin. Walopun ceritanya sudah bisa kamu baca dimari, belum lengkap kan rasanya kalau belum nonton keseruannya langsung?

Gak pake lama, cuss!

Ps: cuma bisa dibuka di desktop, di hp gak bisa sedih aing :((






0



Jadi,

Selain muncul dalam bentuk tulisan, seperti cerita Gunung Dempo yang lalu, kamu juga akan dimanjakan oleh video blog dari cerita Gunung Latimojong yang akan membawamu lebih jauh ke dalam petualangan gua bersama Jalan Pendaki. 

Kamu akan merasakan sensasi kekinian ala vlogger ala-ala dengan editan seadanya dan masih meraba-raba. Paha. Ayam.

Meski vlog gua gak bagus-bagus amat.

Tapi kayaknya worth it kok untuk ditonton. You'll waste no time, asli. Apalagi story-nya lebih banyak, gua juga munculnya lebih banyak, lumayan buat melupakan trauma kamu tentang Valak. 

Pret.

Intinya, udah nonton aja yak!

Here it is,





0



Ciye-ciye nungguin cerita Latimojong ya?

Maapin aja yes, cerita Latimojong masih dalam tahap pengerjaan. Soalnya Latimojong itu panjaaaaanggg banget. Makanya ceritanya juga kudu panjang runut dan sesuai dengan drama-drama yang ada.

Biar mengobati rasa pedih hatimu karena ini blog kok kayaknya kosong melompong menahun kayak hati pemiliknya, gua akan suguhkan playlist video yang udah gua bikin di youtube channel kesayangan.

Video-video ini masih belum ada apa-apanya ketimbang para suhu video di luar sana, masih nyari bentuk juga, dan masih terus-terusan belajar. Dukung aku terus ya kakak agar bisa menjadi Idola pilihan Indonesia.

....#krik.

Gak usah pake lama lah ya, gua akan langsung persembahkan video yang ada di youtube beserta link tulisannya di #JalanPendaki, kali aja pengen baca-baca ulang yekan. Monggow disimak!

Kisah Adi yang menjelma menjadi sinetron pendakian ini layak kamu ikuti. Dimulai dari season satu sampe finale, kamu pasti akan dibikin gemes sama kelakuan Adi. Yang mana yang jadi? Coba cari di video berikut ini.


Main-main ke Yogyakarta gak lengkap rasanya kalau belum mampir ke salah satu gunung tertua di Indonesia. Yha, namanya saja udah menjelaskan berapa lama ini gunung bertahta di dunia. Gunung Api Purba. 



Dulu banget, waktu masih alay-alaynya sekaligus masih semangat bawa-bawa kulkas, gua pernah bikin trip bareng yang namanya Ngos-ngosan berjamaah. Ke Gunung Cikuray. Hasilnya? Cuma dapet tiga orang yang mau ngos-ngosan bareng gua. Lagian, ngajak-ngajak orang ke Cikuray, pedih bet....


Apa jadinya mendaki saat lebaran? Ya kayak cerita gua di pendakian Gunung Ciremai ini. Bukannya lebaran pulang kampung maap-maapan sama ibu-bapak, gua malah kabur ke Gunung Ciremai dan lebaranan sama gunung. Yang macet lah, gelinding di Palutungan lah, baday lah... huft.



Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ternyata punya jembatan lucu yang instagramable, yang biasa disebut dengan Canopy Trail Ciwalen. Beruntungnya, gua sempat main ke sana sebelum rame banget amit-amit.


Pertama kali memutuskan bikin vlog, gua coba-coba mencari 'arah' gimana enaknya buat ngevlog biar gak kehilangan jatidiri gua. Ya, namanya juga masih belajar, udah pasti videonya jadi alay dan bikin pusing kalo ditonton. Tapi gapapa lah ya.... Hiburan. Gua aja malu liatnya wkwk.



Cerita paling fresh dari tanah Sumatera, Gunung Dempo ini baru banget gua sambangi dua bulanan lalu. Cerita dan videonya udah berhasil terbit dengan sebisa-bisanya gua aja. Jangan kaget kalau ada Salonpas betebaran dimana-mana, soalnya sejak kisah Dempo, gua lagi kolaborasi sama Salonpas dalam #SalonpasXJalanPendaki hihi.




Akhir kata,

ENJOY!






0



Jadi,

Selain selain tulisan, kamu juga akan dimanjakan oleh video blog yang akan membawamu lebih jauh ke dalam petualangan gua bersama Jalan Pendaki. Kamu akan merasakan sensasi kekinian ala vlogger ala-ala yang masih meraba-raba ini.

Ya emang sih, video gua gak bagus-bagus amat.

Tapi kayaknya worth it kok untuk ditonton. You'll waste no time, asli. Apalagi lagunya, beuh, bakalan keingetan sampe tua! 

Pret.

Intinya, udah nonton aja yak!

Here it is,




0




Dulu, gua pernah punya cita-cita yang amat mulia,

Yaitu menjadi presenter acara jalan-jalan.

Karena muka gua gak seberapa adanya, jelek kagak, ganteng apalagi, pas-pasan banget. Maka gua mendingan memupus impian gua sejak dini sembari menyanyikan lagu Maher Zein ft Maudy Ayunda: Insya Allah Tahu Diri.

Tapi, beruntunglah gua karena belum terlalu tua saat masuk ke generasi milenial.

Sehingga, lahirnya youtube dan social media lainnya bisa menyokong gua untuk menjadi presenter abal-abal dari acara jalan-jalan gua sendiri.

Perkara ada yang nonton apa kagak, yang penting tampil dulu di youtube. Wekaweka.

Inilah salah satu alasan yang membuat gua akhir-akhir ini jarang banget ngeblog. Karena ternyata, bikin video itu gak segampang berak di pagi hari. Ngeditnya juga gak secepat manjat Gunung Munara.

Perlahan gua mulai bergerak agar cita-cita gua jadi nyata, berangkat dari ide, beli software, belajar ngedit, bikin skenario, jadi videografer, sekaligus merangkap artisnya juga. Tinggal masak sama joget sendiri, fix gua lulus kualifikasi jadi penyanyi dangdut kacangan.

Menyebalkannya, meskipun sering gua bela-belain begadang, eh baru jadi 30 detik aja. Sedih kan?

Tapi menyenangkannya adalah, gua akhirnya menguatkan diri buat belajar hal baru selain ngeblog yang semoga bisa menambahkan softskill gua.

Emang belum seberapa canggih dan kece sih videonya, tapi, gua yakin later gua bakal lebih baik lagi.

So, gak usah banyak berkata-kata lagi, silahkan tonton series video blog (vlog) gua yang pertama ini.

Semoga terhibur!





0

Author

authorMy Trip My Adventure menggambarkan petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia.
Learn More →