Menu
Showing posts with label Info dan Tips. Show all posts
Showing posts with label Info dan Tips. Show all posts

Hutan mangrove di Provinsi Gorontalo yang berada sepanjang Teluk Tomini kondisinya kian memprihatinkan, dengan tingkat kerusakan sudah diatas 50 persen.

“Populasi mangrove yang mencapai 13 ribuan hektar (Ha) kini tinggal 6000 hektar saja. Artinya kerusakan sudah diatas 50 persen,” kata Rahman Dako, Ketua LSM Jaringan Advokasi Pengelola Sumber Daya Alam (Japesda) Provinsi Gorontalo. 

Salah satu lokasi yang terparah, adalah Cagar Alam Tanjung Panjang di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. Dilokasi ini, dari 3000 hektar lebih, sekarang tinggal 500 hektar saja yang tersisa.

“Sebagian besar berubah menjadi tambak ikan bandeng,” ujarnya. 

Bahkan saat meninjau pada bulan September kemarin, dia bersama rekan-rekannya masih mendapati kegiatan pembukaan lahan baru dikawasan tersebut. Karena masih ditemukannya jejak-jejak kendaraan berat (eskapator).

Dikatakannya, pengerusakan hutan mangrove sudah berlangsung saat Gorontalo masih menjadi bagian dari Sulawesi Utara. 

Menurutnya, aktivitas ini akan terus berlangsung sepanjang Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten, dan Pemerintah Pusat tidak serius menangani persoalan ini.

Memang kata Rahman, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama DPRD Provinsi Gorontal pada tahun 2010 silam telah membentuk Pansus mangrove yang hasilnya direkomendasikan antara lain: penghentian aktivitas dan mengeluarkan para penambak dari lokasi, merehabilitasi kembali kawasan yang rusak, serta penegakkan hukum.

“Tetapi anggaran 400 juta yang digunakan Pansus mangrove hanya terbuang sia-sia saja, dan hasilnya nihil dilapangan,” tandasnya.

Rahman memberikan warning kepada Pemerintah agar persoalan lingkungan harus juga diutamakan untuk ditangani, karena dampak dari lingkungan yang rusak sangat besar.

“Masalah lingkungan masih menjadi nomor sekian untuk ditangani, padahal efeknya dan dampak yang timbulkan sangat besar,” Ujarnya"
0

Dalam kegiatan berArung Jeram atau Rafting terdapat tingkat kesulitan yang berbeda - beda baik itu kesulitan dalam hitungan level 1 hingga level 6 maupun kategori medan tertentu. Bagi para penggemar baik itu pemula maupun yang hanya Hobi hal ini tentunya sangat dan harus di pahami terlebih dahulu sebelum terjun kelapangan (sungai). 

Kegaiatn Arung Jeram (Rafting)
Adapun tingkat-tingkat kesulitan dalam kegiatan Arung Jeram yang juga beresiko ini, setiap medan atau sungai tentunya memiliki tingkat kesulitan tersendiri, baik itu jalur sungai dal lain sebagainya. Beda kesulitan tentunya tempatnya pun pasti berbeda. 

Setiap sungai itu pasti mempunyai tingkatan kesulitan tersebut. Hanya beda tempatnya saja, kalau tingkat 1 itu dari jarak berapa meter sampai berapa ratus meter, lalu grade 2 itu berapa ratus meter lagi di depannya. Biasanya Rafter melakukan kegiatan arung jeram di tingkat 1 sampai 3. Tingkatan tersebut arus dan jeramnya tidak begitu sulit, serta cocok bagi pemula. Hanya saja, tingkat 3 sudah banyak arus sungai dan batu - batu besar yang membuat peserta harus menjaga keseimbangan. 

Tingkat 1 itu hanya flat saja. Lalu tingkat 2 sungai sudah beriak tapi belum banyak batu besar. Kalau di tingkat 3, sungai sudah beriak, berarus, dan banyak bebatuan besar yang membuat kita harus manuver. Di tingkat 4, kesulitannya lebih menantang lagi. Di tingkat inilah jeram sungai memiliki spesifikasi yang berbeda - beda dan ada bentukan sungai hidrolik yang membuat arus menjadi semakin besar dan kencang.

Medan Arung Jeram (Rafting)
Medan Arung Jeram Hidrolik itu jenis jeram yang disebut hole. Arus airnya jatuh dengan volume besar dengan kecepatan besar dan ditampung di dalam hole itu. Sehingga air tak mengalir ke bawah tapi berputar. Kalau perahu di situ bakal ketahan dan harus mendayung dengan kuat. 

Untuk sungai tingkat 5, hanya orang profesional dan atlet rafting yang bisa melalui tingkatan tersebut. Bagi rafter pemula, tidak diizinkan untuk rafting di sungai dengan tingkat 5. Tingkat 5 hanya untuk orang - orang terlatih dan profesional. Tingkat 6, itu sudah tidak bisa dilalui untuk arung jeram. 

Tentunya Kegiatan Arung Jeram ini selain memahami tingkat-tingkat kesulitan diatas, juga dibutuhkan mental dan fisik yang memadai serta menggunakan Peralatan dan Perlengkapan Arung Jeram yang Layak pakai tentunya ,karena para pearung jeram akan mengalami hal yang sangat menagangkan ditambah lagi harus basah-basahan dan kedinginan.
0

Jalur dan Pos Terbaru Gunung Bawakaraeng, yang saat ini telah di perbaharui oleh Ekspedisi NKRI 2013. KORIDOR SULAWESI "SUBKORWIL GOWA" , beberapa Pos yang lama telah diperbaharui di pindahkan, Jalur dan Peta sturktur Lokasi Jalur dapat dilihat lebih jelas di Pintu Gerbang Utama untuk Menuju Puncak Gunung Bawakaraeng.
Puncak Gn. Bawakaraeng. Foto : (Kuda)
Pos Terbaru Gunung Bawakaraeng  ini, Sudah dipasangi Trangulasi atau Tanda titik Pos (Seperti Gambar Dibawah) yang dilengkapi Nama Pos, Koordinat serta Tinggi Pos Tersebut.

Pos 1. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 2. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 3. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 4. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 5. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 6. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 7. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 8. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 9. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 10. Foto : (Tupai Climbers)
Koordinat dan Titik Pos Sesuai Apa yang tertera dilapangan jika ada perubahan ataupun Kesalahan. Maka Tupai Climbers Siap Menerima Kritikan maupun Saran untuk Pembaharuan Postingan maupun Postingan-Postingan Tupai Climbers Berikutnya'
"Kesempurnaan Hanya Milik Sang Pencipta"

Salam Lestari.
0

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.

Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. GunungRinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.

Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danauSegara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjunyang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikanmas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru,danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.

Rute Pendakian Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Ada 4 Jalur/Rute yang umunya dipilih untuk menuju Puncak Gunung Rinjani, Diantaranya :
  1. Jalur Senaru
    Aksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram-Anyar Bayan-Senaru. Jalur pendakian Senaru merupakan pintu pendakian barat Gunung Rinjani. Jalur pendakian Senaru selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat Sasak yang akan melakukan ritual adat atau masyarakat umat Hindu yang akan melakukan ritual keagamaan Mulam Pakelem di Puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak.

    Rute perjalanan adalah Jebak gawah (Pintu masuk TNGR, 3 km jalan kaki dari pos RTC/pos karcis masuk) Km 0 – Pos I (Km 1) – Pos Antara Mondokan Bonjeruk Km 2,4 – Pos II Montong Satas Km 3,5 – Pos III Mondokan Malokaq Km 6 –Pos Cemara Lima Km 7 – Ce m ara Lima Km 7 – Danau Segara Anak Km 11, dengan berjalan kaki memakan waktu 10 – 12 jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan prime r. Di sepanjang pos tadi disediakan tempat untuk istirahat dan jika beruntung sumber air tersedia di Pos II dan III. Karakteristik jalur Senaru adalah te rjal, anda akan “dipaksa” untuk naik sampai Plawangan dengan kondisi medan yang curam. Beruntungnya anda berada dalam hutan primer yang masih terjaga keutuhan ekosistemnya sehingga kondisi yang terjal akan sedikit terobati dengan sejuk dan murninya udara pegunungan. Anda akan merasakan beda kesejukan setelah pos III untuk sampai ke Plawangan akan melewati savana dengan pemandangan lanskap yang menakjubkan.

    Dari Danau Segara Anak bila anda ingin melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Rinjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun dengan jarak tempuh ± 4 jam, dari pelawangan ke puncak rinjani membutuhkan waktu 4 – 5 jam. Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya pendaki dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari puncak Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah.Jalur SembalunAksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram – Aikmel – Sembalun Lawang (kendaraan umum dari Aikmel-Sembalun Lawang hanya pagi hari – siang).
  2. Jalur Sembalun
    Populer di antara pendaki yang ingin langsung menuju Puncak Gunung Rinjani. Rute perjalanan adalah Pos I Pemantauan – P os II Tengengean – Pos III Padabalong – Plawangan Km 10,5 – Puncak Rinjani memakan waktu 9 – 10 jam. Fasilitas peristirahatan ada di setiap pos, ketersediaan air ada di pos II dan III.

    Karakteristik jalur Sembalun tidak seterjal jalur Senaru, tetapi karena didominasi oleh savana sampai pos III menjadikan perjalanan anda bermandikan keringat oleh teriknya sinar matahari yang menyengat. Kondisi itu akan terobati manakala anda sudah berada jauh di atas, pemandangan lanskap yang menakjubkan lebih terbuka dibandingkan jalur Senaru. Akan terlihat selat dan Pulau Sumbawa di kejauhan, akan lebih terobati ketika sampai di Puncak Rinjani, puncak gunung tertinggi ketiga setelah Cartenz dan Kerinci.
  3. Jalur Timbanuh
    Aksesibilitas : Mataram – Masbagik – Timbanuh desa Pengadangan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Masbagik)

    Jalur pendakian Timbanuh merupakan jalur pendakian muda yang baru dibuka sehingga fasilitas dan pengelolaannya belum selengkap jalur Senaru atau Sembalun. Pendakian melalui jalur Timbanuh hanya direkomendasikan sampai Plawangan Cemara Rompes, perjalanan ke danau tidak direkomendasikan karena kondisi jalur ekstrim dan belum ada penataan untuk keselamatan pengunjung Gunung Rinjani.

    Jalur Timbanuh mempunyai karakteristik berupa pemandangan, panorama alam, tantangan yang mungkin disarankan hanya untuk pendaki yang bukan pemula, karena dibandingkan jalur senaru atau Sembalun jalur ini lebih berberbobot tetapi menyuguhkan keunikan dan kekhasan baik flora, fauna, ekosistem maupun trekking trailnya.

    Rute perjalanan adalah pintu gerbang desa Jati – Pos I Kokok Blimbing – Pos II Pancor Tayib – Pos III Momot Yamin – Pos IV Cemara Rompes memakan waktu 8 – 10 jam. Kelebihan jalur ini adalah ketersediaan sumber air yang cukup banyak dan sungai yang ada sepanjang tahun sebagai perelengkapan anda saat mengungjungi Gunung Rinjani.
  4. Jalur Torean
    Aksesibilitas : Mataram – Anyar – Torean desa Loloan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Anyar).

    Jalur pendakian Torean hanya dikenal bagi para pendaki lokal yang ingin melakukan ritual adat atau keagamaan di Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lainnya, sebenarnya jalur mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki jalur lain. Pendakian melalui jalur Torean merupakan pendakian melewati lembah dan punggung menuju Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lain jalur ini tidak terlalu curam, hanya saja kanan atau kiri trail merupakan jurang sehingga perlu ekstra hati-hati. Obyek yang bisa diamati sepanjang perjalanan seperti Air Terjun Penimbungan, Air Terjun Pancor Mas, Gua Susu dengan kolam hangatnya, Air Terjun Panas-Dingin serta menyebrang sungai Kokok Putiq merupakan pengalaman menarik tersendiri saat mendaki gunung rinjani.

    Rute perjalanan adalah Jebak gawah (batas kawasan TNGR) – Pos I Birisan Nangka Greneng – Mondokan Rei Paok Tampol – Plawangan Penimbungan – Plawangan Propok – Joplo Julat – Sungai Kokok Putiq – Pancor Mas – Gua Susu – Danau Segara Anak memakan waktu 9 – 10 jam.
0

Bagi para Pendaki, semua gunung menarik untuk didaki. Meski demikian, para pendaki pemula harus tahu diri. Jangan coba - coba langsung menjajal gunung yang memiliki lintasan sulit. Mereka bisa menjajal beberapa gunung yang lumayan "Gampang" (Kondisi Medan) didaki jika baru pertama ingin merasakan nikmatnya mendaki gunung.

 Beberapa gunung yang "Ramah" bagi pemula. Khususnya Gunung di Sulawesi Selatan Diantaranya Gunung Bulusaraung walapun api tgunung ini terhitung gunung yang ramah tetapi tetap saja Alam tidak bisa diperhitungkan.

Selain itu, Gunung
Bulusaraung juga termasuk dalam kategori gunung yang direkomendasikan bagi pendaki pemula. Naik dari

Meski dianggap mudah, agar pendaki pemula tak pernah menganggap remeh sebuah gunung. Banyak hal yang harus disiapkan sebelum memulai pendakian seperti perlengkapan, logistik. Tetapi yang paling penting bagi pemula adalah tahu kondisi medan, cari info di internet. Jangan sampai buta beneran soal gunung yang akan didaki. 
Kalaupun ingin mencoba gunung-gunung yang dianggap terkenal seperti Gunung Agung, Rinjani maupun Semeru, setidaknya Agar lebih memahami Kondisi Medan dan Kondisi Keuangan Anda. Karena untuk menempuh Puncak Gunung Tersebut Memerlukan Fisik yang Kuat dan pengetahuan yang Banyak dalam Ilmu Pendakian Gunung serta Memastikan Keuangan Anda Yakin Akan Cukup.
0

Gunung Semeru
Legenda dan Sejarah Gunung Semeru di Tanah Jawa meyakini pemerintahan tertua di tanah Jawa berada di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Beberapa kali, Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java, menyebut kata-kata Semiru (Gunung Semeru).

Giling Wesi, nama pemerintahan di kaki Gunung Semeru ini didirikan oleh Tritresta, yang juga tercacat sebagai penguasa pertama Giling Wesi. Dalam naskah Daerah Jawa bagian Timur, Sumenep dan Bali, Nata Kusuma, pejabat panambahan Sumenap menyusun silsilah penguasa Hindu yang memerintah di Jawa. Silsilah tersebut cukup detail sejak tahun pertama Jawa dengan pemerintahan Giling Wesi hingga Majapahit.
Banyak cerita juga yang menyebutkan bahwa Gunung Semeru berasal dari Gunung Meru yang ada di India ( Jambudwipa ). Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang bersumber dari kitab kuno Tantu Pagelaran pada abad ke 15 keadaan Pulau Jawa tidak stabil, mengapung di lautan luas dan terombang - ambing oleh ombak yang begitu ganas. Melihat hal tersebut para Dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru yang ada di India dan memakukannya di Pulau Jawa.
Legenda Gunung Semeru

Dua Dewa yang memindahkan Gunung Semeru adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura - kura raksasa, sedangkan Dewa Brahma berubah menjadi sesosok ular yang panjang dan besar.

Wisnu yang menjelma menjadi kura - kura raksasa bertugas menggendong Gunung Meru di punggungnya. Sementara itu untuk menjaga Gunung Meru tetap aman, Dewa Brahma yang sudah menjelma menjadi ular raksasa melilitkan tubuhnya di kura - kura raksasa.

Pada awalnya Para Dewa meletakkan Gunung Meru di atas bagian barat Pulau Jawa. Akan tetapi karena Gunung Meru terlalu berat, bagian ujung pulau Jawa sebelah timur menjadi terangkat. Dengan segera Dewa - Dewa itu memindahkan gunung itu ke bagian timur Pulau Jawa.

Dalam proses pemindahan inilah ada serpihan - serpihan Gunung Meru yang tercecer dan menjadi jajaran pegunungan di Pulau Jawa. Ketika puncak Meru dipindahkan ke timur Pulau Jawa, peristiwa yang sama kembali terjadi. Pulau Jawa tetap saja miring. Akhirnya para Dewa memutuskan untuk memenggal sebagian dari Gunung Meru dan kemudian ditempatkan di bagian barat laut Pulau Jawa.

Bagian utama dari Gunung Meru inilah yang sekarang disebut dengan Gunung Semeru dan penggalan yang ditempatkan di bagian barat laut membentuk Gunung Pawitra ( yang sekarang lebih akrab disebut dengan nama Gunung Pananggungan ).  
   
Menurut kosmologi Hindu - Jawa, Gunung Pawitra merupakan Puncak Kailaca yang dipindah ke Pulau Jawa.Puncak Kaliaca itu sendiri merupakan tempat persemayaman para Dewa - Dewa dalam cerita pewayangan Jawa.

Semeru juga disebutkan dalam Prasasti Pasrujambe, di Kabupaten Lumajang. “Daerah itu dulu merupakan padepokan dan tempat tinggal resi,” katanya. Lokasinya tepatnya di Dusun  Munggir. “Dulu ditempati seorang Brahmana,” katanya. Resi Pasopati, penyebar Hindu di Tanah Jawa disebut-sebut muksa di Gunung Semeru. Bagi masyarakat Bali, Gunung Semeru dipercaya sebagai Bapak Gunung Agung yang berada di Bali. Mereka juga percaya Gunung Semeru merupakan tempat tinggal para Dewa.

0

Belalang Daun Kabupaten Maros. (Foto : Cupi)
Belalang Daun Spesies Langkah di Kabupaten Maros ini merupakan satu spesies langkah yang bentuknya yang mirip daun, Belalang Daun memanfaatkan bentuk dan warnanya menyerupai sehelai daun.
 
Spesies Langkah ini dengan bentuknya yang meyerupai daun , merupakan keahlian dan keunikan yang dimiliki, sebab dengan bentuk seperti itu Spesies ini dapat berkamuflase dengan alam sekitarnya sehiangga sulit untuk terdeteksi pemangsa serangga - serangga disekitarnya.
 
Belalang Daun ini memiliki ke unikan lain yakni, menurut penelitian Spesies ini hanya Bisa dijumpai di salah satu kota, yakni Kota Kabupaten Maros yang lebih dikenal dengan Kota Spesies Kupu-Kupu (Butterfly City). Tepatnya di Desa Lopi-Lopi Kelurahan Leang-Leang Kec. Bantimurung. Sulawesi Selatan.
 
Fakta ini juga diperjelas oleh salah Satu Pemuda dari Kota Maros yang saat itu melaksanakan salah satu kegiatan Organisasi dilokasi tersebut, Yakni Sodara Abdul Rahmat atau yang lebih dikenal Cupi". Yang saat itu juga sempat mengabadikan Spesies ini disalah satu pundak Temannya.
Belalang Daun di Pundak Temanya. (Foto : Cupi)
Sumber : Cupi"
0

Satu Bumi. (Foto : Int)
Hal yang tidak bisa dipisahkan dari kita (Manusia) adalah Alam maka jagalah dia, maka ia akan menjagamu" Sumber daya alam merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan manusia mulai dari air, tanah, udara, dan lain sebagainya, melihat kondisi sekarang dimana keadaan alam kita sedikit memprihatikan, udara yang tidak lagi alami seperti dulu, emisi kendaraan yan menyebabkan polusi yang sangat mengancam kesehataan manusia, belum lagi dengaan kondisi hutan kita dimana kita ketahui bahwa Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.

Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting serta hutan pula adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia.

Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. sehingga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa betapa pentingnya kita menjaga hutan kita sebagai aset terbesar kehidupan bagi kita dan generasi sesudah kita makanya sahabat remaja mari kita berbuat untuk alam kita sekecil apapun itu seperti membuang sampah ditempat sampah, atau kah merawat tanaman pepohonan dilingkungan sekitar kita. dalam hal ini kita juga tidak melupakan sumber daya Alam lainnya seperti air dalam konsep yang sederhana Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi tetapi tidak di planet lain Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi.

Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia karena air adalah sumber kehidupan manusia mulai dari mereka hidup sampai mereka mati, tanpa air maka kita akan mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan kita akan kehilangan nyawa kita oleh sebab itu marilah kita bersama-sama menjaga alam kita karena kita pasti bisa apalagi di negri kita sendiri.

Kerusakan lingkungan meningkat risiko bencana di berbagai negara termasuk di Indonesia. Tingkat kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan, terutama di negera-negara kepulauan seperti Indonesia.

Korelasi antara tingkat kerusakan lingkungan dan risiko bencana ini terungkap dari World Risk Report (Laporan Risiko Dunia) 2012 yang diluncurkan oleh German Alliance for Development Works (Alliance), United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan The Nature Conservancy (TNC) di Brussels, Belgia, awal Oktober ini.

World Risk Report mencatat sepanjang 2002 hingga 2011, telah terjadi 4.130 bencana di seluruh dunia yang mengakibatkan lebih dari 1 juta meninggal dunia dan kerugian material mencapai US$1,195 triliun. Laporan Risiko Dunia ini juga membuat World Risk Index (Indeks Risiko Dunia) yang memeringkatkan 173 negara berdasarkan risiko menjadi korban bencana sebagai akibat dari bencana alam.

10 negara dengan peringkat tertinggi atas resiko bencana akibat kerusakan alam adalah: Vanuatu (63,66%), Tonga (55,27%), Filipina (52,46%), Jepang (45,91%), Costa Rica (42,61%), Brunei Darussalam (41,10%), Mauritius (37,35%), Guatemala (36,30%), El Salvador (32.60%), dan Bangladesh (31.70%). Sedangkan negara dengan risiko bencana terendah adalah Malta dan Qatar.

Indonesia sendiri, berdasarkan Indeks Risiko Dunia ini berada di peringkat ke-33 dengan nilai 10,74%. Meskipun begitu Indonesia masih termasuk negara berisiko tinggi terhadap berbagai bencana alam seperti banjir, gempa bumi, erosi, kenaikan air laut, abrasi pantai, dan badai dan lain sebagainya mari kita jaga alam kiita dan jaga Indonesia dari kehancuran Alam.

Sumber : Bang Awis' Fathan
0

Lembanna. Desa terakhir sebelum menjalani pendakian Gunung Bawakaraeng, masyarakat yang rama suasana alam  yang alami dan dingin hidup sekumpulan anjing dan salah satu diantara mereka yang sering menemani/ikut mendaki bersama para pendaki sebut saja Bolong, Tata Rasid salah satu tokoh masyarakat di Desa Lembanna pemilik anjing yang biasa disapa Bolong,

Si Labolong Adventure
Bolong,Karena warna bulunya yang hitam maka dinamai Bolong yang di artikan dalam bahasa Makassar hitam. Usia Bolong sekarang sekitar 3 tahun diperkirakan 2009 tahun kelahiranya, iya 7 (Tujuh) bersodara dan hanya dia yang dipelihara oleh Tata Rasid, sodara yang lainya diambil masyarakat kampung (Adopsi), iya lahir dari  anjing betina yang kurus dan berbulu hitam juga dinamai Bolong pula.
Si Anjing Pintar dari Bawakaraeng
Bolong sering ikut dengat Tata Rasid yang menjalankan tugasnya sebagai petani kebun sayur di Desa Lembanna, Bolong juga pandai berjabak tangan dengan orang yang iya kenal. Kata Dg Bunga kebiasaan Bolong ikut dengan para pendaki yang ingin ke Puncak Gunung Bawakaraeng tidak punya latihan khusus dari pemiliknya (tata rasid) tanpa disuruh iya sering ikut mendaki bahkan kalau Bolong terlalu cepat dari rombongan pendaki dia kembali turun bersama rombongan, soal makanan Bolong tidak merepotkan para pendaki, Bolong tidak perna bersuara saat perjanalan menuju Puncak Gunung Bawakareng, knpa ya ? entah lah nanti kita tanya lebih jelas dengan Tata Rasid.
0

Istilah Panjat Tebing
Ada beberapa Istilah - Istilah dalam Kegiatan Panjat Tebing yang tentunya sangat penting untuk di ketahui apalagi bagi para Climber baik itu pemula maupun yang sekedar Gemar melakukan Aktifitas Panjat Tebing.

Adapun Istilah - Istilah dalam Kegiatan Panjat Tebing tersebut, Yakni :
  • Aid Climbing ; Suatu tehnik memanjat tebing dengan menggunakan alat-alat untuk menambah ketinggian. Seperti ascender, tali statis, stirrup dan lainnya.
  • Cheater Stick ; Dapat secara kasar sebagi si tongkat curang. adalah sejenis pengait yang dapat dihubungkan dengan dengan runner/carabinner, dengan begini pemanjat dapat melewatkan beberapa pengaman tetap (hanger)
  • Chiken Bolt ; Baut yang ditempatkan oleh pemanjat awal, karena tak cukup berani memanjat suatu bagian tebing tertentu tanpa tambahan baut tebing.
  • Cow's Tail ; Sling webbing atau prusik. ujung satunya dikaitkan pada harness, ujung lainnnya dapat dikaitkan pada runner/hanger untuk beristirahat
  • Daisy Chin ; Webbing sepanjang lebih kurang 1 m, yang dijahit dan mempunyai beberapa loop sepanjang selebar 5 cm. Berguna untuk membebaskan runner dengan mengaitkannnya pada runner. Kelebihannnya jarak dari runner, dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • Expanding ; Bentuk permukaan batuan tebing, biasnya berupa serpihanyang meregang atau bergerak ketika pengaman yang terpasang terbebani
  • Hanging Belay : Mengamankan pemanjat secara menggantung, disebabkan karena tak adanya teras pada tebing
  • Hauling : Menaikkan atau menurunkan peralatan dengan sistem katrol menggunakan pulley. Biasanya dilakukan dalm multipitch climbing, setelah leader menyelesaikan satu tahapan pemanjatan
  • Jugging : Umum disebut ascending /prusikking. Tehnik meniti tali dengan ascender.
  • Jump Testing : Metode menguji pengaman/runner yang telah terpasang. Caranya dengan menempatkan etrir/stirrup pada pengaman, kemudian injak loop terakhir, sentakkan dengan lompatan-lompatan kecil
  • Manky/Dicey : Batu atau piton yang goyah dam membahayakan.
  • Pendulum : Gerakan mengayun secara horisontal. Umumnya untuk perpindahan dari sisi tebing ke sisi sampingnya, dikarenakan tak ada lagi cacat batuan yang bisa dijadikan tumpuan pemanjatan.
  • Portaledge : Sejenis velbed, yang digantung pada pengaman/hanger. Berguna untuk beristirahat
  • Rivet : Sejenis sekrup dari baja, ditempatkan (diketuk dengan palu tebing) ke dalam lubang tebing yang datar, untuk menjepi rivet hanger. Lebih efesien dari baut tebing, namun tak cukup aman dan kuat
  • Rivet Hanger : Kabel baja berbentuk dua loop yang menyilang, dikaitkan pada rivet (baut tebing)
  • Rurp : Singkatan dari Realized Ultimate Reality Piton. Sebentuk baja tipis sebesar perangko. Dipasang pada celah sempit dan dangkal.
  • Siege Tactic : Tehnik pemanjatan multipitch (banyak tahapan) menggunakan tali tetap (fixed rope). Pada sistem ini perintis jalur dapat turun dan bermalam. Lalu melakukan jugging/prusikking sampai titik terakhir yang dicapai, kemudian melakukan lead climber lagi.
  • Single Push Tactic ; Kebalikan dari Siege Tactic, dimana pemanjat bermalam pada titik terkahir, lalu meneruskannnya
  • Stacking : Mengganjal /menumpuk beberapa piton, berlawanan arah. Ini dilakukan karena celah terlalu lebar untuk satu piton dan tak ada lagi titik yang dapat dijadikan tumpuan pengaman
  • Tag Line : Tali yang digunakan untuk mengendalikan haul bag (tas yang digunakan untuk membawa peralatan) saat melakukan tehnik hauling
  • Tension Traverse : Memanjat bebas ke arah samping dengan menegangkan (tension) tali panjat
  • Tie-Off : Webbing 0,5 inch yang dibuat lingkaran pendek untuk dikaitkan pada piton yang masuk seluruhnya ke dalam celah tebing. Sedang piton yang dilingkari disebut tied-off
  • Tenching : Membor atau memahat pada sudut tebing yang polos (blank) untuk menempatkan alluminium head atau copperhead
  • Zippering : Pemanjat terjatuh dan sebarisan pengaman/ runner tercabut atau terlepas dari posisinya
0

Style Rock Climbing
Mengenal Gaya didalam panjat tebing menyangkut metode dan peralatan serta derajat petualangan dalam suatu pendakian. Petualangan berarti tingkat ketidakpastian hasil yang akan dicapai. Gaya harus sesuai dengan pendakian. Gaya yang berlebihan untuk tebing yang kecil, sebaik apapun gaya tersebut akhirnya menjadi gaya yang buruk. 

Mendaki secara alamiah dengan bantuan teknis terbatas adalah gaya yang baik. Kita harus bekerja sama denga tebing, jangan memaksanya. Kita dapat menggunakan point-point alamiah seperti batu, tanduk (horn), pohon, atau pada batu yang terjepit didalam celah (Chockstone). Akhirnya kita sampai pada pendakian sendiri, tanpa menggunakan tali, Maksudnya adalah menyesuaikan gaya dengan pendakian dan kemampuan diri. Gaya yang baik adalah persesuaian yang sempurna – penapakan dari dua sisi yang baik antara ambisi dan kemampuan.

Tidak ada pendakian yang sama. Standar yang baik selalu dapat diterapkan dan juga memungkinkan penyelesaian menjadi kepribadian masing-masing rute. Itulah prinsip pendakian pertama kita tadi. Prinsip tersebut dapat membimbing kita dalam masalah gaya dan etika. Kita telah memiliki standar minimum yang telah siap dan tersedia untuk dijadikan sasaran. Penerimaan terhadap prinsip ini memungkinkan kita untuk meniadakan pertentangan pendapat tentang gaya umum. Keuntungan lain adalah gaya dari pendakian pertama adalah gaya yang layak, dan memberikan keuntungan psikologis kepada pendaki-pendaki berikutnya bahwa rute tersebut, paling tidak, pernah dicoba. Dengan menghargai orang-orang yang menyelesaikannya, dan memperlihatkan bahwa kita paham akan nilainya, serta menganggap pendakian mereka sebagai suatu hasil karya, maka pendakian meraka bukanlah sesuatu yang harus dikalahkan.

Dalam bukunya How to Rock Climb: Face Climbing, John Long menguraikan dan membuat klasifikasi yang lebih sempit mengenai beberapa gaya yang ada, di antaranya adalah :

  1. Onsight Free Solo : Istilah onsight berarti memanjat suatu jalur tanpa pernah mencoba dan juga belum pernah melihat orang lain memanjat dijalur tersebut. Jadi jalur tersebut dipanjat tanpa informasi apa-apa. Sedangkan solo berarti tanpa tali. Jadi onsight free solo berarti pemanjatan tali untuk pertama kali bagi seorang pemanjat tanpa informasi apa-apa.
  2. Free Solo : Pemanjatan suatu jalur tanpa menggunakan tali, tapi pernah mencoba walaupun belum hapal benar jalur tersebut.
  3. Worked Solo : Pemanjatan tanpa tali dengan sebelumnya pernah mencoba berkali-kali sampai benar-benar hapal mati seluruh bentuk permukaan tebing.
  4. Onsight Flash / Vue : Memanjat suatu jalur tanpa pernah mencobanya, melihat pemanjat lain dijalur yang sama, juga tak pernah mendapat informasi apa-apa. Memanjat dengan menggunakan tali sebagai perintis jalur (leader) dan memasangpengaman (running belay). Pemanjat juga tidak sekalipun jatuh dan tidak mengambil nafas/istirahat disepanjang jalur.
  5. Beta Flash : Pemanjatan tanpa mencoba dan melihat orang lain memanjat dijalur tersebut, namun telah mendapat informasi tentang jalur dan bagian-bagian sulitnya (crux). Pemanjat kemudian memanjatnya tanpa jatuh dan tanpa istirahat sepanjang jalur.
  6. Déjà vu : Seorang pemanjat sudah pernah memanjat suatu jalur sekian tahun sebelumnya dan gagal menuntaskannya. Setelah sekian tahun itu, dengan kemampuan memanjat yang lebih baik , ia kembali dengan hanya sedikit ingatan tentang jalur tersebut dan berhasil menuntaskan jalur pada percobaan pertama.
  7. Red Point : Memanjat suatu jalur yang telah dipelajari dengan sangat baik, tanpa jatuh dan memanjat sambil memasang pengaman sebagai perintis jalur.
  8. Pink Point : Sama dengan red point hanya semua pengaman telah dipasang pada tempatnya
  9. Brown Point : Ada beberapa macam untuk kategori ini, misalnya seorang pemanjat merintis suatu jalur, lalu jatuh dan menarik tali, kemudian meneruskan pemanjatan dari titik pengaman terakhir ia jatuh (hangdogging). Pemanjatan dengan top rope juga termasuk dalam kategori ini. Lalu ada lagi pemanjatan dengan bor pertama dipasang terlebih dahulu. Sebenarnya masih banyak lagi yang masuk dalam kategori ini. Seluruh kategori ini menceritakan berbagai taktik, strategi, atau trik untuk mempelajari sekaligus mencoba menuntaskan suatu jalur.
Setelah begitu banyak melihat gaya pemanjat dalam menuntaskan jalur,kita dapat dapat membandingkan mana yang lebih sulit. Dengan begitu dapat pula dibandingkan perbedaan kemampuan seorang pemanjat.

0

Jenis Tanaman Bunga Paling Langka Di Dunia ini Merupakan Jenis bunga yang sangat sulit ditemukan termasuk Jenis bunga langka dibawah ini, yang mungkin sekarang ini hanya bisa dilihat dari Bentuk Gambar yang sudah di abadikan oleh para peneliti Tanaman Langka.
Jenis Tanaman Bunga Paling Langka Di Dunia ini diantaranya :
  1. Bunga Bangkai
    http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSvs0dAT3Xvs4e7nSopQK9i9EOhBLe5dWD-YPA_sNJxlq7lZ2rRQg
    Bunga Bangkai. (Foto : Int)
    Bunga ini merupakan bunga terbesar di dunia yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Bunga ini dianggap bunga langka pada tahun 1993. Bentuk bunga yang sangat indah seperti bulan bisa mengeluarkan aroma bau bangkai.

  2. Ghost Orchid (Anggrek Hantu)
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8SRPAv-T5YOxTsS-RaZgWe7KGOATz6QjjwcoGP_3BqhrtR85cgHabD60C4cL0aXdl9aUtvfnO4LYj5JKmARdBLAtZBZJFG6yNxkhQzqmg5GdhRouVp6K5V90P9vw9c67om8AzCcXrm2Ph/s1600/Ghost+Orchid2.jpg
    Ghost Orchid. (Foto : Int)
    Bunga ini dianggap punah selama hampir dua puluh tahun, sampai saat ini ketika ditemukan kembali. Ini adalah spesies yang hampir punah dan hampir tidak bisa ditemukan lagi. Bunga ini tidak memiliki daun dan tidak menggunakan fotosintesis untuk bertahan hidup. Perlu jamur khusus untuk berada dalam kontak dekat dengan sistem akar untuk makan. Dan bunga ini hanya mekar pada kondisi yang tepat, sehingga sangat sulit untuk menemukan bunga ini.

  3. Middlemist Red
    http://farm6.staticflickr.com/5344/7110204039_d60c700bd6_m.jpg
    Middlemist Red.(Foto : Int)
    Meskipun bunga ini memiliki nama Middlemist Red yang memiliki bunga berwarna merah, sebenarnya bunga ini memiliki warna pink cerah, dan mungkin bunga ini merupakan bunga paling langka di dunia. Hanya ada dua spesimen di dunia ini yaitu satu di Inggris dan satu lagi di Selandia Baru.

  4. Cape Sundew
    https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRiHF12KhCdt3R3PkzZ7blmfLcRWexkiZQt4LMm8QdiWkVlGnr8ug
    Cape Sundew. (Foto : Int)
    Bunga langka yang selanjutnya adalah Drosera capensis atau disebut juga Cape Sundew adalah tanaman karnivora asli dari wilayah Cape, Afrika Selatan. Ketika mangsanya mendarat di tanaman ini, daun tanaman ini akan menggulung dan menelan mangsanya tersebut.

  5. Cape Sundew
    https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRiHF12KhCdt3R3PkzZ7blmfLcRWexkiZQt4LMm8QdiWkVlGnr8ug
    Cape Sundew. (Foto : Int)
    adalah salah satu bunga langka, yang hanya diketahui 90 populasi untuk saat ini. Nama bunga ini diberikan dari penemunya, pendeta sekaligus ahli botani, Lewis David von Schweinitz.

  6. Seven Son Flower
    https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRAy639t3-l_u49TpW1aW4KTgqsxlw5N33w-DbpL0zRmypfPl7H8Q
    Seven Son Flower. (Foto : Int)
    merupakan bunga langka yang berasal dari Cina dan juga dapat ditemukan di wilayah non-gurun di Amerika Serikat. Bunga ini mulai mekar pada akhir musim panas. Bunga ini juga sangat populer yang bisa menghilangkan aroma bau.
  7. Showy Lady's Slippers
    https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSFy0mJYs0Cl5igT2ZcuxsqoYStB5cE6tB7TCHkyHWCXebi-O9D&reload=on
    Showy Lady's Slippers. (Foto : Int)
    juga bisa disebut the queens slipper merupakan tanaman yang sudah lenyap dari rentang sejarah akibat dari hilangnya habitat. Habitatnya terbatas, hanya terdapat di wilayah utara-timur Amerika Serikat dan wilayah selatan-timur Kanada. 
0

Carabiner atau Biasa disebut Karbiner adalah Loop Logam yang yang didesain dalam berbagai bentuk, dan siap digunakan dengan cepat serta reversibel. Carabiner sering digunakan dalam berbagai kegiatan kepetualangan, seperti Mendaki mendaki, arboriculture, caving, berlayar, penyelamatan tali, selain itu juga digunakan dalam konstruksi, pekerjaan tali industri, dan membersihkan jendela. Carabiner ini terbuat dari dua bahan campuran keras, yakni baja dan aluminium. Carabiner cenderung digunakan dalam olahraga dengan berat lebih ringan daripada yang digunakan dalam aplikasi komersial dan penyelamatan tali.

Carabiner dibuat dalam beberapa bentuk Karakteristik, Seperti :
http://hurricane193.files.wordpress.com/2011/07/tipe-carabiner.jpg
  1. Oval : Symmetric. Kebanyakan dasar dan utilitarian, juga yang paling mahal. Kurva reguler halus lembut pada peralatan dan memungkinkan reposisi mudah beban. Kerugian terbesar mereka adalah bahwa beban dibagi merata pada kedua tulang belakang yang solid yang kuat dan sumbu terjaga keamanannya lemah.
  2. D : Bentuk asimetris transfer mayoritas beban mereka ke tulang belakang, sumbu carabiner terkuat. Sedikit lebih mahal.
  3. Offset-D : Varian dari D dengan lebih asimetri, memungkinkan untuk membuka gerbang lebih luas. Masih lebih mahal.
  4. Pear / HMS : Specialized oversized offset-D yang digunakan dalam belaying . Paling mahal dan terberat carabiner.
Selain Carabiner dibuat dalam berbagai Bentuk, Alat ini juga dibuat dalam 2 jenis, Menurut Fungsinya, Yakni :
  1. Tanpa Pengunci / Non Screw
    • Non Screw
      Carabiner ini memiliki gerbang ayun bermunculan yang menerima tali, sling anyaman, atau perangkat keras lainnya. Pemanjat tebing sering menghubungkan dua Tanpa Pengunci carabiner dengan panjang pendek web nilon untuk membuat QuickDraw .

      Tiga jenis gerbang yang umum:
      • Gerbang Lurus: Yang paling paling utilitarian, dan karenanya populer
        https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSbcGjhoX2UPG_5qOGsw_2Tk9CsShjsotlX3H7EPlr6oKbBm13f
      •  Bent gerbang:
        Gerbang melengkung memungkinkan untuk kliping mudah masuk dan keluar dalam situasi khusus, seperti menghubungkan tali ke sebuah QuickDraw.
        http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS59Zz3nSYJgU8SSAJaLbdUyX9tFESgOVLoms_ow5vWO6I-Dg-W
        Kekuatan gerbang tetap sejajar dengan lurus-gerbang carabiner.
      • Gerbang kawat:
        Jenis ringan, dengan kekuatan kurang lebih sama dengan yang lain, yang memungkinkan lebih banyak dilakukan untuk berat tertentu.
        http://www.alpinist.com/media/web05-06/bd-hotwire-carabiner.jpg
        Gerbang kawat kurang rentan terhadap icing up dari gerbang padat, keuntungan dalam gunung Alpine dan es naik. Massa gerbang berkurang membuat bal kawat mereka kurang rentan terhadap 'mengipas gerbang,' sebuah kondisi berbahaya yang diciptakan oleh pasukan dampak teratur dihasilkan oleh tali memanjat atau kontak dengan permukaan keras di mana jatuh sejenak membuka pintu gerbang (dan keduanya menurunkan kekuatan putus dengan carabiner ketika terbuka dan berpotensi memungkinkan tali untuk melarikan diri)
  2. Pengunci/Screw
    Carabiner Screw memiliki bentuk umum yang sama sebagai non-locking carabiner, tetapi memiliki lengan tambahan mengamankan gerbang. Ini lengan dapat berupa ulir ("sekrup-kunci") atau pegas ("twist-kunci").

    • Carabiner Pengunci Sekrup
      http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQGQ_a9EYctGEBDW9Bc1ejFQhtrtT7CAZW-LWvmN6M9PYjVdfAq
      Memiliki lengan berulir melalui gerbang yang harus terlibat dan terlepas secara manual. Mereka memiliki bagian yang bergerak lebih sedikit dibandingkan pegas mekanisme, kurang rentan terhadap rusak karena kontaminasi atau kelelahan komponen, lebih mudah untuk menggunakan satu tangan. Mereka, bagaimanapun, membutuhkan usaha yang lebih total dan lebih memakan waktu dibanding twist-kunci.
    • Carabiner Pengunci Pegas
      http://www.nexternal.com/armynavy/images/30kn-carabiner.gif
      PegasMemiliki lengan keamanan yang harus diputar secara manual untuk melepaskan diri, tetapi mata ditutup secara otomatis pada rilis. Mereka menawarkan keuntungan dari re-menarik tanpa input pengguna tambahan, tapi menjadi musim semi-dimuat rentan terhadap kelelahan baik musim semi dan mekanisme mereka lebih kompleks menjadi keras kepala dari kotoran, es, atau kontaminasi lainnya. Mereka juga sulit untuk terlibat sarung tangan satu tangan dan dengan on.
0

Author

authorMy Trip My Adventure menggambarkan petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia.
Learn More →