Menu
Showing posts with label Gunung dan Hutan. Show all posts
Showing posts with label Gunung dan Hutan. Show all posts

Penelitian terbaru menyimpulkan, es di puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest, kian menyusut dalam 50 tahun terakhir, kemungkinan besar akibat pemanasan global.

Penyusutan Gunung Everest 13 persen sejak 1960-an
Di dekat Taman Nasional Sagarmatha, gletser menyusut sebesar 13 persen. Data cuaca menunjukkan, kawasan Everest yang lebih luas kian menghangat dan sedikit turun salju sejak awal 1990-an, demikian temuan Sudeep Thakuri, kandidat doktor di Universitas Milan, Italia. Studi Thakuri dipublikasikan pada 13 Mei lalu, dalam pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Cancun, Meksiko. "Garis salju di taman nasional [Sagarmatha] telah bergeser sejauh 180 meter," kata Thakuri.
Meski Thakuri dan rekannya menduga pencairan es Everest dipicu oleh pemanasan global, Thakuri mewanti-wanti bahwa data yang mereka peroleh belum menunjukkan ada kaitan di antara keduanya.

Bagi para pendaki, temuan ini tidaklah mengejutkan, setidaknya menurut Conrad Anker, salah satu pendaki veteran yang sudah berkali-kali menjalani ekspedisi ke Everest. Dalam pengamatannya, garis es Everest sudah bergeser secara signifikan sejak pertama kali dia mendaki gunung itu. "Kondisinya sangat sulit," kata Anker. "Benar-benar sudah mencair." Anker menambahkan, dalam delapan tahun terakhir, Himalaya Tengah juga kering. "Apakah karena temperatur yang memanas, salju yang memang berkurang, atau kombinasi keduanya? Saya tidak tahu. Yang jelas, di atas sana benar-benar sudah meleleh."

Untuk merunut penyusutan es Everest selama puluhan tahun, Thakuri dan timnya menggunakan citra satelit dan peta topografis untuk merekonstruksi sejarah glasial, kemudian membuat analisis statistik. Data hidrometeorologi dari Observatorium Iklim Nepal dan Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal membantu mereka menyusun pola temperatur dan presipitasi di sepanjang kawasan yang lebih besar, termasuk Taman Nasional Sagarmatha seluas 1.148 kilometer persegi. Hasilnya, ada kenaikan temperatur lokal sebesar 0,6°C, dan penurunan presipitasi sebesar 100 milimeter selama musim dingin dan bulan-bulan pra-monsun sejak 1992.

Anker menyatakan, dirinya juga sudah melihat perubahan di kawasan Everest yang lebih besar. "Saat kami mendaki Cho Oyo—puncak tertinggi keenam di dunia—pada 2005, kami melakukan "panjat tebing", padahal teman baik saya Galen Rowell masih "memanjat es" pada 1985 atau 1986. Kenyataannya, itu memang batu di bawah es yang baru tersingkap," Anker menjelaskan. Pengamatan personal seperti yang dilakukan Anker didukung oleh bukti-bukti visual berupa foto dan video dari pendaki-pendaki lain.

0

Hutan mangrove di Provinsi Gorontalo yang berada sepanjang Teluk Tomini kondisinya kian memprihatinkan, dengan tingkat kerusakan sudah diatas 50 persen.

“Populasi mangrove yang mencapai 13 ribuan hektar (Ha) kini tinggal 6000 hektar saja. Artinya kerusakan sudah diatas 50 persen,” kata Rahman Dako, Ketua LSM Jaringan Advokasi Pengelola Sumber Daya Alam (Japesda) Provinsi Gorontalo. 

Salah satu lokasi yang terparah, adalah Cagar Alam Tanjung Panjang di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. Dilokasi ini, dari 3000 hektar lebih, sekarang tinggal 500 hektar saja yang tersisa.

“Sebagian besar berubah menjadi tambak ikan bandeng,” ujarnya. 

Bahkan saat meninjau pada bulan September kemarin, dia bersama rekan-rekannya masih mendapati kegiatan pembukaan lahan baru dikawasan tersebut. Karena masih ditemukannya jejak-jejak kendaraan berat (eskapator).

Dikatakannya, pengerusakan hutan mangrove sudah berlangsung saat Gorontalo masih menjadi bagian dari Sulawesi Utara. 

Menurutnya, aktivitas ini akan terus berlangsung sepanjang Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten, dan Pemerintah Pusat tidak serius menangani persoalan ini.

Memang kata Rahman, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama DPRD Provinsi Gorontal pada tahun 2010 silam telah membentuk Pansus mangrove yang hasilnya direkomendasikan antara lain: penghentian aktivitas dan mengeluarkan para penambak dari lokasi, merehabilitasi kembali kawasan yang rusak, serta penegakkan hukum.

“Tetapi anggaran 400 juta yang digunakan Pansus mangrove hanya terbuang sia-sia saja, dan hasilnya nihil dilapangan,” tandasnya.

Rahman memberikan warning kepada Pemerintah agar persoalan lingkungan harus juga diutamakan untuk ditangani, karena dampak dari lingkungan yang rusak sangat besar.

“Masalah lingkungan masih menjadi nomor sekian untuk ditangani, padahal efeknya dan dampak yang timbulkan sangat besar,” Ujarnya"
0

Nikmati Petualangan di Lima Hutan Kuno di Belantara Tasmania yang dimana merupakan Taman Nasional hutan belantara yang terdaftar sebagai Warisan Dunia yang mencakup 20 persen dari pulau ini. Daki pegunungan Hazard Ranges dan kagumi pemandangan Wineglass Bay yang sangat indah di Taman Nasional Freycinet. Lihat bayangan wajah Anda di danau Dove Lake dan susuri Overland Track di Taman Nasional Cradle-Mountain-Lake St Clair. Berjalan melintasi hutan semak melalui hutan hujan Gondwanan dan temukan taman Prancis abad 18 di Recherche Bay di Taman Nasional South West. Jelajahi air terjun Russell Falls, pohon gum rawa yang menjulang tinggi dan padang ski di Taman Nasional Mount Field. Jelajahi Sungai Gordon yang sunyi dan ikuti arung jeram di Franklin di Taman Nasional Franklin-Gordon Wild Rivers.

1. Freycinet National Park and Wineglass Bay
Freycinet National Park and Wineglass Bay. Photo : (Int)
Nikmatilah Coles Bay yang tenang di jalan masuk ke Freycinet National Park dan berjalan ke Wineglass Bay. Anda dapat merekam konturnya yang sempurna dengan kamera, berenang, snorkeling, dan memancing, atau berkayak di lepas pantai putih yang indah. Lihat satwa liar seperti quoll, walabi, wombat, dan elang laut perut putih. Kunjungi Wineglass Bay, nikmati pemandangan yang mendebarkan, dan lihat latar spektakuler bebatuan granit abu-abu dan merah muda yang curam di Hazard Ranges. Ikuti pelayaran yang menakjubkan ke Wineglass Bay atau naik perahu dan lakukan scuba diving di beberapa perairan terjernih di dunia.

2. Taman Nasional Cradle-Mountain-Lake St Clair
Taman Nasional Cradle-Mountain-Lake St Clair. Photo : (Int)
Telusuri sejarah berusia jutaan tahun di hutan belantara ini hanya dengan berkendara beberapa jam dari Launceston. Berjalan mengelilingi danau Dove Lake, melintasi air terjun dan melalui hutan pinus King Billy, sampai ke puncak gunung Cradle Mountain yang berbatu kapur tajam . Untuk menghadapi tantangan yang sesungguhnya, ikuti perjalanan wisata Overland Track sepanjang 80 kilometer yang terkenal menuju selatan ke Lake St Clair, danau alam terdalam di Australia. Dalam perjalanan, kagumi keindahan Mount Ossa, gunung tertinggi di Tasmania, dan lihat spesies pohon beech yang berusia lebih dari 60 juta tahun. Berjalan dekat sungai yang mengalir deras dan hutan hujan tua yang lebat dalam perjalanan wisata Enchanted Walk atau habiskan sebagian besar hari Anda untuk mendaki puncak gunung. Anda juga dapat menghabiskan waktu satu sampai lima jam untuk mengikuti salah satu dari perjalanan wisata terkenal lainnya, di antaranya Mount Campbell, Hanson’s Peak, Twisted Lakes, Lake Rodway, Lake Lilla dan Ballroom Forest.

3. Taman Nasional Southwest
Taman Nasional Southwest. Photo : (Int)
Naik kendaraan dari Hobart dan lihat bendungan raksasa Scotts Peak Dam dan puncak gunung Mount Anne, Mount Eliza dan Western Arthurs yang menjulang tinggi di tepi danau Lake Pedder. Atau ikuti penerbangan wisata di atas hutan hujan Gondwanan, semak horizontal dan pinus Huon langka di atas wilayah seluas 608.000 hektar di taman nasional ini. Berjalan melintasi dinding bendungan Gordon Dam atau turuni jurangnya yang menakjubkan. Lihat burung beo perut jingga yang terancam punah di sekitar Bathrust Harbour antara bulan Oktober sampai Maret. Jelajahi pohon-pohon yang berlapis lumut dan balak-balak besar dalam perjalanan wisata alam singkat Creepy Crawly Nature Trail. Atau lakukan perjalanan sehari di sekeliling Danau Judd yang dalam dan tertutup es. Jelajahi sebagian kawasan paling menantang di Australia dalam perjalanan wisata Port Davey and South Coast Track selama beberapa hari ke Melaleuca yang terpencil, di mana Anda harus dijemput dengan pesawat. Berkayak ke Recherche Bay, di mana Anda akan menemukan taman Prancis abad 18 yang dikelilingi oleh hutan lebat dan pantai berpasir putih yang luas.

4. Taman Nasional Mount Field
Taman Nasional Mount Field. Photo : (Int)
Anda hanya perlu berkendara selama satu jam dari Hobart untuk melihat tiga tingkat air terjun Russell Falls, hutan pakis yang lebat dan sebagian dari pohon tertinggi di dunia. Berjalan ke air terjun Lady Barron Falls melintasi Danau Dobson, semak pandan yang menyerupai palem dan hutan gum rawa yang menjulang tinggi dalam perjalanan wisata Lady Barron Falls Circuit. Naik lebih tinggi ke dataran tinggi dan tebing curam Tarn Shelf, di mana Anda dapat melihat danau-danau yang luas di lembah di bawahnya. Pada bulan April dan Mei, lereng pegunungan berkilau dengan daun-daun berwarna keemasan, merah dan jingga dari pohon fagus, satu-satunya pohon meranggas musim dingin di Australia. Pada musim dingin bulan Juni sampai Agustus Anda akan menemukan padang ski kecil untuk bermain ski lintas alam di antara pohon-pohon gum salju dan pohon pinus kerdil.

5. Taman Nasional Franklin-Gordon Wild Rivers
Taman Nasional Franklin-Gordon Wild Rivers. Photo : (Int)
Susuri sungai Gordon River yang menakjubkan dari desa nelayan di pantai barat Strahan. Atau berkendara sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di jalan raya Lyell Highway yang berkelok-kelok. Setelah tiba di sini Anda dapat berarung jeram di Sungai Franklin yang berarus deras, melintasi lembah-lembah berhutan, ngarai yang dalam dan pegunungan berhias gletser. Pelajari bagaimana para aktivis lingkungan menyelamatkan kekuatan alam ini agar tidak dibendung untuk pembangkit listrik tenaga air. Dengan naik perahu, Anda juga dapat menyusuri sungai Picton dan Huon sampai dekat Hobart. Ikuti perjalanan wisata Donaghys Lookout Walk untuk menikmati pemandangan di atas Sungai Franklin atau puncak pegunungan. Atau ikuti perjalanan wisata menantang Frenchmans Cap Track selama beberapa hari melintasi dataran buttongrass, lembah tertutup es dan hutan hujan pinus Huon dan pinus King Billy purba. Tujuan Anda adalah Danau Tahune, di bawah puncak Frenchmans Cap yang menjulang tinggi, sebagian dari batu terdedah paling tua di Australia.

0

Jalur dan Pos Terbaru Gunung Bawakaraeng, yang saat ini telah di perbaharui oleh Ekspedisi NKRI 2013. KORIDOR SULAWESI "SUBKORWIL GOWA" , beberapa Pos yang lama telah diperbaharui di pindahkan, Jalur dan Peta sturktur Lokasi Jalur dapat dilihat lebih jelas di Pintu Gerbang Utama untuk Menuju Puncak Gunung Bawakaraeng.
Puncak Gn. Bawakaraeng. Foto : (Kuda)
Pos Terbaru Gunung Bawakaraeng  ini, Sudah dipasangi Trangulasi atau Tanda titik Pos (Seperti Gambar Dibawah) yang dilengkapi Nama Pos, Koordinat serta Tinggi Pos Tersebut.

Pos 1. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 2. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 3. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 4. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 5. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 6. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 7. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 8. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 9. Foto : (Tupai Climbers)
Pos 10. Foto : (Tupai Climbers)
Koordinat dan Titik Pos Sesuai Apa yang tertera dilapangan jika ada perubahan ataupun Kesalahan. Maka Tupai Climbers Siap Menerima Kritikan maupun Saran untuk Pembaharuan Postingan maupun Postingan-Postingan Tupai Climbers Berikutnya'
"Kesempurnaan Hanya Milik Sang Pencipta"

Salam Lestari.
0

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.

Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. GunungRinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.

Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danauSegara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjunyang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikanmas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru,danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.

Rute Pendakian Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Ada 4 Jalur/Rute yang umunya dipilih untuk menuju Puncak Gunung Rinjani, Diantaranya :
  1. Jalur Senaru
    Aksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram-Anyar Bayan-Senaru. Jalur pendakian Senaru merupakan pintu pendakian barat Gunung Rinjani. Jalur pendakian Senaru selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat Sasak yang akan melakukan ritual adat atau masyarakat umat Hindu yang akan melakukan ritual keagamaan Mulam Pakelem di Puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak.

    Rute perjalanan adalah Jebak gawah (Pintu masuk TNGR, 3 km jalan kaki dari pos RTC/pos karcis masuk) Km 0 – Pos I (Km 1) – Pos Antara Mondokan Bonjeruk Km 2,4 – Pos II Montong Satas Km 3,5 – Pos III Mondokan Malokaq Km 6 –Pos Cemara Lima Km 7 – Ce m ara Lima Km 7 – Danau Segara Anak Km 11, dengan berjalan kaki memakan waktu 10 – 12 jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan prime r. Di sepanjang pos tadi disediakan tempat untuk istirahat dan jika beruntung sumber air tersedia di Pos II dan III. Karakteristik jalur Senaru adalah te rjal, anda akan “dipaksa” untuk naik sampai Plawangan dengan kondisi medan yang curam. Beruntungnya anda berada dalam hutan primer yang masih terjaga keutuhan ekosistemnya sehingga kondisi yang terjal akan sedikit terobati dengan sejuk dan murninya udara pegunungan. Anda akan merasakan beda kesejukan setelah pos III untuk sampai ke Plawangan akan melewati savana dengan pemandangan lanskap yang menakjubkan.

    Dari Danau Segara Anak bila anda ingin melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Rinjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun dengan jarak tempuh ± 4 jam, dari pelawangan ke puncak rinjani membutuhkan waktu 4 – 5 jam. Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya pendaki dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari puncak Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah.Jalur SembalunAksesibilitas : kendaraan umum dari Mataram – Aikmel – Sembalun Lawang (kendaraan umum dari Aikmel-Sembalun Lawang hanya pagi hari – siang).
  2. Jalur Sembalun
    Populer di antara pendaki yang ingin langsung menuju Puncak Gunung Rinjani. Rute perjalanan adalah Pos I Pemantauan – P os II Tengengean – Pos III Padabalong – Plawangan Km 10,5 – Puncak Rinjani memakan waktu 9 – 10 jam. Fasilitas peristirahatan ada di setiap pos, ketersediaan air ada di pos II dan III.

    Karakteristik jalur Sembalun tidak seterjal jalur Senaru, tetapi karena didominasi oleh savana sampai pos III menjadikan perjalanan anda bermandikan keringat oleh teriknya sinar matahari yang menyengat. Kondisi itu akan terobati manakala anda sudah berada jauh di atas, pemandangan lanskap yang menakjubkan lebih terbuka dibandingkan jalur Senaru. Akan terlihat selat dan Pulau Sumbawa di kejauhan, akan lebih terobati ketika sampai di Puncak Rinjani, puncak gunung tertinggi ketiga setelah Cartenz dan Kerinci.
  3. Jalur Timbanuh
    Aksesibilitas : Mataram – Masbagik – Timbanuh desa Pengadangan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Masbagik)

    Jalur pendakian Timbanuh merupakan jalur pendakian muda yang baru dibuka sehingga fasilitas dan pengelolaannya belum selengkap jalur Senaru atau Sembalun. Pendakian melalui jalur Timbanuh hanya direkomendasikan sampai Plawangan Cemara Rompes, perjalanan ke danau tidak direkomendasikan karena kondisi jalur ekstrim dan belum ada penataan untuk keselamatan pengunjung Gunung Rinjani.

    Jalur Timbanuh mempunyai karakteristik berupa pemandangan, panorama alam, tantangan yang mungkin disarankan hanya untuk pendaki yang bukan pemula, karena dibandingkan jalur senaru atau Sembalun jalur ini lebih berberbobot tetapi menyuguhkan keunikan dan kekhasan baik flora, fauna, ekosistem maupun trekking trailnya.

    Rute perjalanan adalah pintu gerbang desa Jati – Pos I Kokok Blimbing – Pos II Pancor Tayib – Pos III Momot Yamin – Pos IV Cemara Rompes memakan waktu 8 – 10 jam. Kelebihan jalur ini adalah ketersediaan sumber air yang cukup banyak dan sungai yang ada sepanjang tahun sebagai perelengkapan anda saat mengungjungi Gunung Rinjani.
  4. Jalur Torean
    Aksesibilitas : Mataram – Anyar – Torean desa Loloan (kendaraan umum hanya dari Mataram – Anyar).

    Jalur pendakian Torean hanya dikenal bagi para pendaki lokal yang ingin melakukan ritual adat atau keagamaan di Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lainnya, sebenarnya jalur mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki jalur lain. Pendakian melalui jalur Torean merupakan pendakian melewati lembah dan punggung menuju Danau Segara Anak. Dibandingkan jalur lain jalur ini tidak terlalu curam, hanya saja kanan atau kiri trail merupakan jurang sehingga perlu ekstra hati-hati. Obyek yang bisa diamati sepanjang perjalanan seperti Air Terjun Penimbungan, Air Terjun Pancor Mas, Gua Susu dengan kolam hangatnya, Air Terjun Panas-Dingin serta menyebrang sungai Kokok Putiq merupakan pengalaman menarik tersendiri saat mendaki gunung rinjani.

    Rute perjalanan adalah Jebak gawah (batas kawasan TNGR) – Pos I Birisan Nangka Greneng – Mondokan Rei Paok Tampol – Plawangan Penimbungan – Plawangan Propok – Joplo Julat – Sungai Kokok Putiq – Pancor Mas – Gua Susu – Danau Segara Anak memakan waktu 9 – 10 jam.
0

Gunung Semeru
Legenda dan Sejarah Gunung Semeru di Tanah Jawa meyakini pemerintahan tertua di tanah Jawa berada di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Beberapa kali, Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java, menyebut kata-kata Semiru (Gunung Semeru).

Giling Wesi, nama pemerintahan di kaki Gunung Semeru ini didirikan oleh Tritresta, yang juga tercacat sebagai penguasa pertama Giling Wesi. Dalam naskah Daerah Jawa bagian Timur, Sumenep dan Bali, Nata Kusuma, pejabat panambahan Sumenap menyusun silsilah penguasa Hindu yang memerintah di Jawa. Silsilah tersebut cukup detail sejak tahun pertama Jawa dengan pemerintahan Giling Wesi hingga Majapahit.
Banyak cerita juga yang menyebutkan bahwa Gunung Semeru berasal dari Gunung Meru yang ada di India ( Jambudwipa ). Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang bersumber dari kitab kuno Tantu Pagelaran pada abad ke 15 keadaan Pulau Jawa tidak stabil, mengapung di lautan luas dan terombang - ambing oleh ombak yang begitu ganas. Melihat hal tersebut para Dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru yang ada di India dan memakukannya di Pulau Jawa.
Legenda Gunung Semeru

Dua Dewa yang memindahkan Gunung Semeru adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura - kura raksasa, sedangkan Dewa Brahma berubah menjadi sesosok ular yang panjang dan besar.

Wisnu yang menjelma menjadi kura - kura raksasa bertugas menggendong Gunung Meru di punggungnya. Sementara itu untuk menjaga Gunung Meru tetap aman, Dewa Brahma yang sudah menjelma menjadi ular raksasa melilitkan tubuhnya di kura - kura raksasa.

Pada awalnya Para Dewa meletakkan Gunung Meru di atas bagian barat Pulau Jawa. Akan tetapi karena Gunung Meru terlalu berat, bagian ujung pulau Jawa sebelah timur menjadi terangkat. Dengan segera Dewa - Dewa itu memindahkan gunung itu ke bagian timur Pulau Jawa.

Dalam proses pemindahan inilah ada serpihan - serpihan Gunung Meru yang tercecer dan menjadi jajaran pegunungan di Pulau Jawa. Ketika puncak Meru dipindahkan ke timur Pulau Jawa, peristiwa yang sama kembali terjadi. Pulau Jawa tetap saja miring. Akhirnya para Dewa memutuskan untuk memenggal sebagian dari Gunung Meru dan kemudian ditempatkan di bagian barat laut Pulau Jawa.

Bagian utama dari Gunung Meru inilah yang sekarang disebut dengan Gunung Semeru dan penggalan yang ditempatkan di bagian barat laut membentuk Gunung Pawitra ( yang sekarang lebih akrab disebut dengan nama Gunung Pananggungan ).  
   
Menurut kosmologi Hindu - Jawa, Gunung Pawitra merupakan Puncak Kailaca yang dipindah ke Pulau Jawa.Puncak Kaliaca itu sendiri merupakan tempat persemayaman para Dewa - Dewa dalam cerita pewayangan Jawa.

Semeru juga disebutkan dalam Prasasti Pasrujambe, di Kabupaten Lumajang. “Daerah itu dulu merupakan padepokan dan tempat tinggal resi,” katanya. Lokasinya tepatnya di Dusun  Munggir. “Dulu ditempati seorang Brahmana,” katanya. Resi Pasopati, penyebar Hindu di Tanah Jawa disebut-sebut muksa di Gunung Semeru. Bagi masyarakat Bali, Gunung Semeru dipercaya sebagai Bapak Gunung Agung yang berada di Bali. Mereka juga percaya Gunung Semeru merupakan tempat tinggal para Dewa.

0

Pemanfaatan Tumbuhan Hutan.
Manfaat Tumbuhan Hutan Dalam Keadaan Survival dimana seorang dihadapkan pada kondisi sulit, dapat memanfaatkan tumbuhan selain untuk makanan dapat pula sebagai obat, bahan bakar, untuk membuat tempat berlindung dan tempat mencari air.

Tumbuhan Hutan bisa dijadikan Tumbuham obat atau simplisia nabati, banyak terdapat di Indonesia tetapi masih kurang dikenal dan diketahui khasiatnya oleh Manusia. Pengenalan dan Pemanfaatan obat masih secara tradisional dan disampaikan secara turun-temurun pada masyarakat Indonesia. 

Beberapa jenis Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi untuk dijadikan Obat maupun Keperluan lainya didalam hutan pada saat kondisi dalam keadaan Survival,  yaitu :

  1. Lumut hati, bila diamakan dapat digunakan sebagai obat hepatitis (Penyakit Hati) 
  2. Antanan atau Gagan (Kaki Kuda) daunnya bila dimakan atau dikunya, dapat sebagai obat Sakit Perut, Batuk, Asma dan Sariawan 
  3. Kaliandra, dauN dan biji mudanya dapat sebagai obat Sariawan 
  4. Sembung manis, jenis tumbuhan herbal yang daunnya dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut.
  5. Kiurat, daunnya untuk obat luar, seperti luka dan salah urat (keseleo) 
  6. Numpong, daunnya dihaluskan untuk obat luka.
  7. Getah kamboja, untuk menghilangkan bengkak Masih banyak jenis tumbuhan obat yang berasal dari hutan, tetapi untuk penggunaannya harus dicampur dan diolah bersama jenis tumbuhan lainnya sehingga menjadi jamu untuk mengobati sakit tertentu 
  8. Untuk bahan bakar Kayu dan ranting kering, getah damar dan getah pinus yang mengandung terpetin. 
  9. Untuk membuat atap bivoak Daun anggrek tanah atau congkok, daun honje, daun pisang, daun pandan hutan, daun palem hutan, daun aren dan daun paku sarang burung yang biasa menempel pada hutan besar 
  10. Penimpan air Tumbuhan palem, bambu, rotan dan tali air atu liana yang biasa menggantung dari pohon ke pohon Tumbuhan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat peralatan dan dijadikan arah pergerakan survivor.
0

Jenis Gunung dan Grade Pendakian merupakan Salah satu Materi pengenalan dalam Maountaineering, Karena dalam kegiatan sebuah pendakian bukan hanya Persiapan umum , kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan saja yang perlu di lakukan, juga di butuhkan sebuah pengenalan terhadap medan yang akan dituju,tentunya juga perlu mengenal terlebih dahulu Jenis Gunung dan Grade Pendakian di tempat yang kita akan daki.
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikann dalam mengenali Jenis Gunung dan Grade Pendakian pada suatu tempat pendakian, yakni :
  1. Garis Besar Gunung
    Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2 bagian, yaitu : 
    • Gunung berapi/aktif dan tidak aktif.
    Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :
    • Gunung berapi perisai (Gunung berapi lava) 
    • Gunung berapi strato 
    • Gunung berapi maar
    • Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti, yang tinggal hanya kawahnya saja.
  2. Macam dan tingkat pendakian gunung macam pendakian,
    Pendakian gunung bersalju (es) dan gunung batu. Keduanya membutuhkan persiapan dan perlengkapan yang matang. Menurut Club “Mountaineers”, Seatle Washington, dasar pembagian tingkat pendakian ada dua cara.
    • Berdasarkan penggunaan alat teknis yang dipakai ( Class)
      • Class 1 ; lintas alam tanpa bantuan tangan
      • Class 2 ; dibutuhkan bantuan tangan
      • Class 3 ; pendakian yang mudah memerlukan kaki dan tangan dalam mendaki, tali mungkin dibutuhkan oleh pemula
      • Class 4 ; pendakian memerlukan tali pengaman
      • Class 5 ; dibutuhkan tali dan pengaman peralatan lain seperti : piton, runner, chocks dll
      • Class 6 ; mendaki dengan tali dengan peralatan bantuan sepenuhnya berpijak diatas paku tebing
    • Berdasarkan lama waktu akibat sukarnya pendakian dalam medan pendakian (Grade)
      • Grade I, bagian yang sukar dapat ditempuh dalam beberapa jam
      • Grade II, bagian yang sukar ditempuh dalam setengah hari
      • Grade III, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh
      • Grade IV, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh dan memerlukan bantuan lereng-lereng sempit untuk bisa naik
      • Grade V, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 1,5-2,5 hari
      • Grade VI, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 2 hari atau lebih dan dengan banyak sekali kesulitan.
    • Berdasarkan tingkat keamanan pemanjat dari kemampuan alat yang digunakan
      • A1 ;aman sekali, peralatan yang dipasang dan digunakan dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pendaki
      • A2 ;aman, jikapun terjadi masalah, alat masih dapat diandalkan untuk mencegah akibat yang lebih fatal [misalnya jatuh tidak sampai kedasar]
      • A3 ;penggunan alat pengaman cukup aman tetapi tidak dapat diandalkan untuk menjaga resiko jatuh, kecuali dengan pemasangan yang sangat teliti dan fall-faktor yang tidak terlalu berbeban tinggi. Bila fall faktor tinggi, maka alat-alat akan copot dan pendaki bisa menerima akibat fatal
      • A4 ;pengaman yang digunakan tidak dapat diharapkan untuk dapat menahan beban jatuh, cenderung hanya sebagai pengaman psykologis untuk menguatkan mental pendaki
    • Berdasarkan tingkat kesulitan [difficult] medan pendakian
      Tingkatan pedakian dengan dasar perhitungan ini bisa disebut juga dengan Yossemite Decimal System [YDS]. Pang-katagorian berasal dari USA dan saat ini banyak di gunakan untuk menentukan grade kesulitan panjat tebing. Oleh karena itu YDS dimulai dengan grade 5 dan seterusnya
0

Gunung Everest vs Gunung Mauna Kea, Sebenarnya ini bukan Judul Aslinya, awalnya ini mengacu pada informasi tentang Everest Bukan Gunung Tertinggi di Dunia' Sesuai yang dikutip dari Arsipnya.

Kita bedah saja informasi Gunung Everest vs Gunung Mauna Kea ini agar kita tau bersama apakah benar bahwa Everest Bukan Gunung Tertinggi di Dunia.
Ketika mengukur puncak gunung dari ketinggian di atas permukaan laut, Gunung Everest sebagai atap dunia. Berdiri 8850 meter bertahta mahkota dari kumpulan 14 gunung dengan ketinggian setidaknya 8 ribu meter, dinamakan kelompok delapan ribu.

Berlokasi di perbatasan Nepal dan Tibet di pegunungan Himalaya, puncak tertinggi Everest pertama kali ditaklukkan pada tahun 1953 oleh pendaki gunung Edmund Hillary dan Tenzing Norgay selama ekspedisi Inggris, seperti dilansir oleh Yahoonews.

Meskipun nama asli Everest berasal dari bahasa Tibet Chomolangma, namun gunung tersebut diberikan nama resmi Inggris oleh Andrew Waugh pada tahun 1985.

Orang temuda yang menginjak puncak Everest adalah seorang anak berusia 15 tahun Ming Kipa, gadis Sherpa Nepal. Karena warga Nepal melarang pendaki lebih muda dari 16 tahun, maka Ming Kipa menundukkan gunung tersebut dari sisi jalur Tibet.

Rute standar puncak Everest dinilai oleh para pendaki lebih mudah daripada kumpulan gunung 8 ribu meter. Maka dari itu, Everest juga menyisakan ruang bagi titik turisme populer, meskipun pemerintah Nepal meminta semua pendaki mengurus izin terlebih dulu yang biasanya mencapai US$25 ribu (Rp234 juta) per orang.

Bagi siapapun yang tidak memiliki uang sejumlah itu untuk ekspedisi Everest, NASA telah menciptakan sebuah tur interaktif gunung yang disebut Temukan Gunung Everest dari Angkasa, menggunakan sebuah teknologi rekayasa gambar dari Earth Sciences and Image Analysis Laboratory di Johnson Space Center.
Sementara Mauna Kea yang merupakan gunung api tidak aktif di Hawaii merupakan gunung tertinggi di dunia jika dihitung dari dasarnya, yang ada di kedalaman Laut Pasifik.

Puncak Mauna Kea jika diukur dari permukaan laut setinggi 4205 meter tetapi jika memperhitungkan bagian di bawah permukaan laut yang tersembunyi ada sekitar 6 ribu meter lagi. Oleh karena itu, total ketinggian sebenarnya adalah 10210 meter, lebih tinggi dari Gunung Everest, menurut United States Geological Survey (USGS).

Di Hawaii, Mauna Kea berarti Gunung Putih dan puncak bersaljunya menarik penikmat ski dan peselancar salju. Lereng landainya menjadi area populer bagi aktivitas berburu, mendaki, bertamasya dan menikmati pemandangan hewan dan alam.

Dengan lokasi dekat ekuator membuat Mauna Kea termasuk dalam situs observasi astronomi terbaik. Tingkat kelembaban rendah dan langit yang cerah membuat kondisi cuaca dekat puncak gunung merupakan titik terbaik mengamati angkasa. Jarak gunung dari cahaya kota dan aturan pembatasan lampu juga membantu menyediakan pandangan sangat jelas bagi teleskop.

Mauna Kea saat ini menjadi rumah bagi 13 teleskop, termasuk Infrared Telescope Facility NASA, Caltech Submillimeter Observatory dan teleskop Subaru Jepang, sama halnya dengan teleskop Keck Interferometer, teleskop cermin-tunggal terbesar di dunia.

Kamera web Pusat Cuaca Mauna Kea juga memberikan izin pada penikmat pemandangan online menjadi saksi observasi ruang angkasa untuk beraksi

Arsip File : www.inilah.com
0

Sherpa Mapatek UNM. (Foto : Bawakaraeng)
Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi menurut Tupai Climbers, yakni Gunung Bawakaraeng , selain Gunung ini menjadi Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi , juga merupakan salah satu Gunung Tertinggi di Sulawesi dari 3 Gunung Tertinggi lainya, yakni tingginya Mencapai 2830 Meter diatas Permukaan laut (Mdpl).

Gunung Bawakaraeng yang berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini selain memiliki puncak yang termaksud tertinggi di Sulawesi Selatan juga Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian Malino, dimana tempat ini adalah wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinja.

Upacara 17 Agustus. (Foto : Int)
Mengapa Gunung Bawakaraeng terdaftar sebagai Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi, hal ini disebabkan di puncak tertinggi Gunung Bawakaraeng terdapat daratan luas yang hampir menyerupai luas lapangan sepak bola yang selalu dijadikan tempat diadakannya Kegiatan-Kegiatan Kepemudaan dan Hari-hari Nasional lainya, dintaranya Upacara 17 Agustus, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan , maupun hari-hari besar lainya. Selain itu dikaki Gunung Bawakaraeng juga terdapat sebuah Lembah yang di namakan Lembah Ramma, di lembah ini juga sering dikunjungi dan dijadikan tempat terbaik karena Lembah dipenuhi dengan pemadangan yang sejuk dan hijau sehingga membuat para pendaki tidak bosan untuk tinggal walau berhari-hari.
Haji Bawakaraeng. (Foto : Int)
Selain itu Gunung Bawakaraeng juga merupakan tempat pelaksaan adat istiadat kepercayaan Warga-Warga sekitar, yakni Puncak Gunung Bawakaraeng selalu dijadikan tempat beribadah (sembahyang) dan juga sholat Idul Adha oleh warga lingkungan sekitar. tetapi paling sering saat datangnya Musim Haji (Bulan Zulhijjah), dengan alasan dan tujuan untuk mendapatkan predikat Haji Bawakaraeng.
Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi ini juga terkenal dengan adanya Mitos -mitos di Gunung tersebut, Menurut salah satu Warga sekitar yang juga dijadikan Penjaga Gunung ( Pawang Gunung Bawakaraeng) oleh warga sekitar , yakni Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali.

Walapun Gunung Bawakaraeng menjadi Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi , tetapi Gunung ini juga bayak menelan Korban saat mendaki ditambah lagi Korban saat melakukan kegiatan Lintas Gunung Lompobattang ke gunung Bawakaraeng jatuh terperosok dari tebing maupun jatuh akbiat hembusan Angin Badai saat melintas, tetapi membuat para Petualang untuk Gentar, Menurut slah satu Pendaki 'Hidup dan Mati seseorang sudah di tentukan Oleh Sang Pencipta' dan Hal itu juga yang menambah semangat para pendaki untuk tetap aktif dan mendaki sebagai salah satu penghargaan bagi pendahulu dan Sahabat yang meninggal. Maka dari itu Gunung Bawakaraeng tetap saja masih banyak warga dan Para Pendaki Gunung senang tiasa melakukan akrifitas mendaki Tempat Pendakian Terbaik di Sulawesi ini. 
0

Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing dimulai dari Tahun 1492 oleh Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba untuk memanjat tebing Mont Aiguille yang memiliki ketinggian 2.097 Mdpl (dibawah Permukaan Laut) di kawasan Vercors Massif saat itu. walau pendakian itu tak ada tujuan yang jelas. namu orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, yang memburu binatang sejenis kambing gunung. dan mungkin Pemburu inilah yang memecahkan fenomena kejelasan tentang awal Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing yang dulunya diawali Oleh Orang perancis. 

Pengukir Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing ini melakukan aktifitas kegiatan tersebut hanya untuk mencari mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung wallet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karangbolong Jawa Tengah. Pada tahun 1623, Yan Carstenz adalah orang Eropa pertama yang melihat "pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju. di perdalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke Khatulistiwa. Laporannya disusun untuk membuktikan penulisan Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing didunia, tetapi hasilnya tidak memuaskan bahkan menjadi bahan penolakan dan sebuah kata ketidak percayaan di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di pegunungan Andes, masih dekat Khatulistiwa. 

Pada Tahun 1624 Masih berkaitan dengan pekerjaan, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi pegunungan Himalaya, yang juga terukir di buku Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing dunia, tepatnya di Mana Pass (Pass = pelana / punggungan yang terentang di antara dua puncak), dari Gharwal di India ke Tibet. dan Pada Tahun 1760, Professor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis - Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang bisa menemukan jalur ke puncaknya, untuk penelitian ilmiah yang diimpikannya. Sayang, tidak ada yang tertarik, terutama karena ngeri terhadap naga-naga yang konon menghuni puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

Setelah beberapa percobaan gagal, puncak Mont Blanc yang tingginya mencapia 4.807 m, akhirnya sukses digapai manusia dan berhasil masuk dalam buku Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing di dunia , mereka adalah Dr. Michel Gabriel Paccard dan seorang pemandu gunung, Jacquet Balmat. Puncak tertinggi yang di Alpen yang berhasil didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4.153 m), tahun 1778. 1830 Alexander Gardiner melintasi Karakoram Pass dari Sinkiang, China ke Kashmir, India.Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian puncak XV (8.840 m). Ini merupakan puncak tertinggi di dunia, mengalahkan puncak VII (Kangcenjunga, 8.598 m) yang sebelumnya dianggap puncak paling tinggi. Puncak XV ini kemudian diberi nama Everest, sesuai dengan nama kepala divisi ukur tanah di India berkebangsaan Inggris, Sir George Everest (orang Nepal menyebut puncak ini dengan nama Sagarmatha, sedangkan orang Tibet menyebutnya Chomolungma). Belakangan ketinggiannya dikoreksi menjadi 8.888 m, kemudian dikoreksi lagi menjadi 8.848 meter, sampai sekarang.

Batu pertama jaman keemasan dunia keemasan di Alpen diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke puncak Wetterhorn (3.708 m) dan tentunya kegiatan tersebut kembali dilirik dan menjadi sorotan Publik yang tentunya menjadi bahan pembicaraan dalam buku Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing didunia, cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga. 1857 Alpine Club yang pertama berdiri di Inggris. Ketinggian K2 (singkatan Karakoram Number 2) terukur, 8.610 m, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi posisi 3. 

Dinding Selatan Mont Blanc untuk pertama kali dalam pengukiran Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing didunia melalui lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil mencapai puncak Matterhorn (4.474 m), Swiss. Tapi empat orang anggota tim yang saling terkait dalam satu tali tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang jatuh dan menyeret yang lainnya. Musibah ini mengakhiri sebelas tahun jaman keemasan. Lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya dilakukan para pendaki Inggris. WA Coolidge mendaki puncak Jungfrau dan Wetterhorn pada musim dingin, sehingga dijuluki Mr. Winter Climbing. Tahun 1870-an ini muncul trend baru, yaitu pendakian tanpa didampingi pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan diantara para pendaki.bRegu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille de Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tidak terlalu tinggi tetapi cukup curam dan sulit. Banyak orang menganggap peristiwa ini sebagai kelahiran panjat tebing. 

Pada Tahun 1883 WW Graham menjadi orang pertama dalam Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing yang mengunjungi pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olah raga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim, India. Konon khabarnya dia juga berhasil menggapai puncak Changabang (6.864 m). Percobaan pertama pendakian gunung diatas 8.000 m, yaitu Nanga Parbat (8.125 m) oleh AF Mummery. Pendaki Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang di ketinggian sekitar 6.000 m. Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz hampir 3 abad sebelumnya tentang "pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju, di perdalaman Irian. Maka namanya diabadikan dalam buku Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing  sebagai nama puncak yang kemudian ternyata merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia. 

Pada Tahun 1902,  Percobaan pertama mendaki K2 oleh tim ekspedisi dari Inggris, hasilnya gagal  di bawah pimpinan Tom Longstaff mendaki Trisul (7.120 m), puncak 7.000-an pertama yang berhasil di daki manusia. Longstaff adalah orang pertama dalam Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian. kemudian diikuti oleh  Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE), memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam masa 16 bulan pada ekspedisi ini, 16 orang meninggal dan 120 orang sakit. 

Carabineer (cincin kait) untuk pertama kalinya dalam Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing dipergunakan dalam pendakian gunung oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman. Penggunaannya diilhami oleh pasukan pemadam kebakaran. lalu Mantan anggota ekspedisi BPUE pada tahun 1909, Dr. AFR Wollaston, kembali ke Irian bersama C. Bodden Kloss dengan 224 pengangkut barang dan serdadu. Mereka sampai di bagian Timur kawasan Carstensz dengan menyusuri sungai Otowka dari Selatan. Kali ini tiga orang melayang jiwanya.  

George L. Mallory berserta Teamnya, berhasil mencapai North Col Everest, dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet. Usaha pertama mendaki Everest, berakhir pada ketinggian 8.320 m di punggungan timur laut. Hasilnyapun kembali gagal  dan hal itu membuat  Mallory dan Irvina, kembali mencoba mendaki Everest. namun Keduanya hilang di ketinggian sekitar 8.400 meter. Rekannya, Edward Norton mencapai 8.570 meter, rekaan ketinggian waktu itu, sendirian dan tanpa rabung oksigen. lalu Schimdt bersaudara mencapai puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam north wall climbing untuk pertama kali dalam Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing.  

UIAA (Union Internationale Association de Alpinisme) berdiri di Perancis, Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Laverdo dikawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing (panjat tebing menggunakan alat bantu untuk menambah ketinggian) yang pertama. Dr. Karl Prusik memelopori penggunaan tali kecil dengan simpul khusus untuk menggantung dan meniti tali yang lebih besar. Sampai sekarang tali kecil dan simpul ini dikenal dengan istilah prusik. Meniti tali dengan menggunakan tali kecil dan simpul ini disebut prusiking. 

Dr. AH Colijn, manajer umum sebuah perusahaan tambang menemukan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz. Gunung bijih itu dinamakan Erstbergh, yang nantinya menjadi tambang utama PT. Freeport. pengukiran Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing kembali di toreh oleh tim gabungan Jerman dan Austria yang berhasil  memanjat Dinding utara Eiger di Swisst. Sebelumnya Hitler menjanjikan mereka medali setingkat medali emasnya Olimpiade. Mereka adalah Anderl Heckmair, Ludwig Forg, Fritz Kasparek dan Heinrich Harrer. Tebing maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban dan berlanjut sampai sekarang. 

Ekspedisi Archbold menemukan lembah Baliem, kantong Suku Dani yang tingkat kebudayaannya amat tinggi, ditengah hutan belantara, seolah tak terbatas dan tak tertembus. Irian semakin menjadi pusat perhatian para ilmuwan dunia. Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar, memancing maraknya pendakian di kawasan atap dunia itu. saat itu Tibet dikuasai Cina. Pendakian Himalaya di sisi ini tidak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8.091 m), puncak 8.000-an yang pertama berhasil di daki, menandai awal 20 tahun jaman keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nylon mulai dipergunakan untuk pertama kalinya dalam Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing. Tali serat tumbuhan yang sebelumnya biasa dipakai, hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada aturan bahwa seorang perintis jalur pemanjatan (leader) tidak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya akan patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman dan pendakian keesokan harinya lebih efektif. 

(Bersambung....!!!)
0

Gunung Semeru biasa disebut Mahameru yang berarti "Gunung Agung", adalah gunung tertinggi di yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Nama Semeru diambil dari gunung mistis kepercayaan Budha yaitu Meru atau Sumeru (tempat tinggal para dewa) dengan puncaknya Mahameru, 3,676 meter dari aras laut. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. 

Gunung Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Kedudukan gunung ini terletak diantara wilayah pentadbiran Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan lokasi geografi antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Di sebelah selatan, kubah ini memecahkan tepi kawah menyebabkan aliran lava ke bahagian selatan daerah Pasirian, Candiputro dan Lumajang

Letusan Gunung Semeru pertamakali (yang dicatat manusia) pada tahun 1818, dan sampai saat ini telah terjadi 55 erupsi besar, dan 10 erupsi diantaranya mengakibatkan kerusakan besar dan kematian. Sejak tahun 1967 sampai sekarang, erupsi kecil terjadi rata-rata tiap 20 menit di gunung ini. Pada tahun 1969, Soe Hok Gie, seorang aktivis Indonesia meninggal karena menghirup gas beracun gunung semeru.

Pendakian ke puncak Gunung Semeru memakan waktu selama empat hari pergi dan balik. Untuk mendaki gunung berkenaan pendaki mesti melalui kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota Malang pendaki boleh menaiki kenderaan awam menuju desa Tumpang dan disambung lagi dengan kenderaan jip atau lori sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan kos Rp.13.000 seorang,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita pergi ke Gubug klakah perlu memohon surat kebenaran, dengan perincian, kos surat kebenaran Rp.6.000,- untuk maksima 10 orang, kos masuk taman Rp.2.000 per orang dan insuran Rp.2.000 seorang.

Kemudian dengan menggunakan kenderaan tersebut, perjalanan dimulakan dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki gunung Semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah tasik yaitu danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 daripada aras laut.

Setelah sampai di Gapura "selamat datang", lihat terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa digunakan oleh para pendaki tempatan, tetapi jalur ini sangat curam.

Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang dipenuhi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 meter. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting di atas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pokok Pine. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak Semeru. Untuk menuju ke Ranu Kumbolo masih harus meneruskan perjalanan pada sekitar 4.5 km.

Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan Camp. Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit dicelah-celah bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung Belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2,400 m dengan luas 14 hektar.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyediakan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan Oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pine seperti di Eropah. Dari sebalik Gunung Kepolo kelihatan puncak Gunung Semeru menhemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya memasuki hutan Cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2,700 m, disini dapat mendirikan khemah untuk berehat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat unggun api.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat Tikus Gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melalui hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi keadaan tanahnya kurang stabil dan sering runtuh. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2,900 m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melalui bukit pasir yang sangat curam dan peroi. Semua barang yang dibawa sebaiknya ditinggalkan di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan awal pagi sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi ribut dan tanah runtuh.

0

Puncak Gunung Bawakaraeng. (Foto : MT)


Gunung Bawakaraeng adalah salah Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan pUncak ketinggian 2883 mdpl (diatas permukaan laut) dengan letak geografis pada 119° 56 ‘40″ BT ; 05°19′ 01″ LS ; dan berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan suhu minimum adalah sekitar 17°C hingga maksimum 25°C.

Gunung Bawakaraeng yang berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini selain memiliki puncak yang termaksud tertinngi di Sulawesi Selatan juga Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian Malino, dimana tempat ini adalah wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.
Gunung Bawakaraeng memiliki hutan gunung yang didominasi oleh vegetasi hutan dataran rendah, hutan pengunungan bawah dan hutan pegunungan atas. Tumbuhan yang banyak ditemui diantaranya Jenis pinus, anggrek, edelweis, paku-pakuan, pandan, cengkeh, santigi, rotan, lumut kerak dan lain sebagainya. Sedangkan untuk jenis fauna yang bisa ditemui antara lain, Anoa, babi hutan, burung pengisap madu, burung coklat paruh panjang dan lainnya.

Adat Istiadat - Haji Bawakaraeng. (Foto : Int)
Gunung Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. dimana jika bawakaraeng sedniri terbagi menjadi 2 kata yaitu Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan (Raja). jika diartikan secara luas Gunung bawakaraeng adalah sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. selain itu Gunung bawakarang juga mempunyai sebutan lain sebutan / predikat lain bagi Gunung ini yakni Buttatoayya dari bahasa makassar, jika diartikan dalam kata seperti Butta berarti Tanah, Toa berarti Tua, dan Ayya menunjukkan kata sifat, jika diartikan secara menyeluruh dan secara harfiah Buttatoayya berarti Tanah yang memiliki sifat yang Tua, atau secara maknawiah Buttatoayya menegaskan sebagai suatu tempat yang tinggi yang dituakan. karena telah dipilih atau disepakati oleh para wali atau para karaeng atauy kaum suci ( Agama Islam) sebagai tempat untuk berdoa (bersembahyang) dan bertemu untuk membicarakan kebaikan.

Predikat Bawakaraeng sebagai Buttatoayya lalu didudukkan pada sebuah Gunung yang diberi nama Bawakaraeng. Predikat Buttatoayya lebih dipahami oleh pelaku tradisi budaya atau ritual mistis atau mereka yang sangat mendalami kedudukan Bawakaraeng. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

Gunung Bawakaraeng juga terdaftar sebagai gunung yg paling sering dikunjungi baik itu oleh para warga setempat untuk sembahnyang pada bulan haji, maupun para pendaki Gunung seperti MAPALA dan PA (Pecinta Alam) lainya yang berada diSulawesi Selatan atau Adventure dari luar provinsi bahkan pulau. pada bulan – bulan di musim penghujan, kondisi cuaca di gunung ini menjadi sangat buruk dan sering terjadi badai di pegunungan lompobatang. Waktu kunjungan terbaik biasanya di anjurkan pada bulan Mei – September, karena pada bulan tersebut cuaca lumayan baik dan pemandangan alam akan begitu terlihat indah. Gunung Bawakaraeng hanya berjarak 75 km dari Kota Makassar dan menjadikan gunung favorites bagi pendaki di Kota Makassar dan sekitarnya.

Pegunungan Bawakaraeng. (Foto : Int)
Gunung Bawakaraeng sebenarnya bukanlah sebuah gunung menurut pakar peneliti Gunung Indonesia karena Gunung Bawakaraeng terletak atau bagian dari jajaran pegunungan Lompobattang serta salah satu puncak dan puncak tertinggi dari jajaran pegunungan Lompobattang. Beberapa puncak di jajaran pegunungan Lompobattang, antara lain : puncak Van Bonthain (umumnya disebut puncak Lompobattang), puncak Bulu Assuempolong, puncak Bulu Kaca, puncak Ko’bang, puncak Bulu Baria, puncak Bulu Porong, Puncak Bawakaraeng dan puncak Sarobaiyya. Secara geologis bermula dari terbentuknya formasi gunung api Lompobattang yang pecah (meletus) dan membentuk sejumlah kawah (saat ini lebih dikenal dengan Lembah Ramma, Lembahlowe dan Lembah Anjayya) lalu terjadinya proses pengangkatan (gunung Bawakaraeng) dan membentuk kesatuan jajaran pegunungan Lompobattang.

Bekas Longsoran. (Foto : Int)
Terbentuknya Gunung Bawakaraeng karena adanya Longsoran yang terjadi di kaki Bukit bawakaraeng Pada hari Jumat, tanggal 26 Maret 2004 sekitar pukul 14.00 WITA, tepatnya di Kecamatan Tinggimoncong Musibah longsor ini menewaskan 30 warga dan menimbum ribuan areal sawah dan perkebunan. wilayah longsor tersebut mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) menjadi labil. Setiap musim hujan, lumpur di kaki Gunung Bawakaraeng mengalir masuk ke Bendungan Bilibili, bedungan terbesar di Sulawesi Selatan yang ada di Kabupaten Gowa, yang menjadi sumber air baku di Gowa dan Makassar. Lumpur juga mengalir masuk ke Sungai Jeneberang, sungai terbesar di Gowa yang membelah Sungguminasa ibukota Kabupaten Gowa serta membendung Kota Makassar di wilayah selatan.

Untuk menuju ke puncak Gunung Bawakaraeng terdapat beberapa jalur atau lokasi pemberangkatan awal seperti,

Jalur Menuju Puncak. (Foto : Int)
Jalur Lembanna
Lembanna terletak disebelah Utara Laut puncak Bawakaraeng. Daerah ini juga berada tepat dikaki Gunung Bawakaraeng dengan ketinggian 1.400m d.p.l, pada posisi koordinat 119°54′18″ BT dan 05°15′15″ LS. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Curah hujan rata-rata adalah 2.034mm/tahun dengan suhu udara minimum 15°C dan maksimum 20°C. umumnya penduduknya ber etnik Makassar atau penduduk asli, dan umumnya rumahnya bersedia digunakan untuk bermalam. Desa yg termasuk dalam kecamatan Tinggi Moncong, kabupaten Gowa, lebih dikenal dengan daerah Wisata Malino.Masyarakat desa Lembana ini sangat ramah dan bersahabat, banyak pendaki yang menginap gratis di rumah penduduk sebelum mendaki, Tiap akhir pekan tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh Pendaki yang ingin mendaki gunung Bawakaraeng ataupun orang yang hanya sekedar santai menikmati hari libur dikaki Gunung Bawakaraeng. Urutan pencapaian dari Makassar sebagai berikut:
Makassar–> Sungguminasa–> Malino–> Lembanna–> Puncak Gunung Bawakaraeng

Jika datang dari Makassar atau dari Luar pulau sulawesi, naik angkutan Kota menuju ke Terminal Gowa, atau bisa juga Turun di perempatan Sunggu Minasa, Jalan arah ke Malino. Dari sini, Naik Angkutan Pedesaan jurusan Malino, waktu tenpuh kurang lebih 2-3 jam perjalanan. Biasanya Sopir angkutan sudah hafal, kalau ada pendaki yg akan mendaki Gunung Bawakaraeng, Sopir Angkutan akan mengantar sampai ke Desa lembanna. Desa terakhir di kaki Gunung Bawakaraeng. Tariff per Orang Rp. 8000. para pendaki pada umumnya bermalam terlebih dahulu di Desa lembanna, yg punya ketinggian 1400 Mdpl, baru keesokan paginya pendakian dimulai. Atau bisa juga melakukan pendakian pada Malam hari.

Pendakian dimulai dari Desa Lembanna, medannya berupa perkebunan penduduk lalu mulai masuk pintu Hutan Pinus dan untuk mencapai Pos 1 dibutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan.

Pos 1
Dari Pos 1 yg ketinggian mencapai 1650 mdpl, pendakian terus landai hingga mencapai Pos 2, diperlukan waktu tak lebih dari 1 jam perjalanan, disini tersedia mata air yg mengalir.

Pos 2
Perjalanan belum terlalu mendaki, masih landai dan mulai masuk vegetasi hutan khas sulawesi, waktu tempuh tak berbeda dengan dari Pos 1 ke Pos 2,

Pos 3
Di pos 3 juga tersedia mata air dan bisa mendirikan Tenda.

Pos 4
Pos 4 di tempuh dalam waktu lebih dari 1 Jam perjalanan dan perjalanan di lanjut hingga Pos 5, di pos 5 terdapat mata air, hanya saja lumayan jauh. Biasanya I Pos 5 digunakan untuk bermalam.

Pos 5
Dari Pos 5, perjalanan mulai mendaki dan sepanjang perjalanan akan melewati Pohon-pohon yg tumbang karena dari Pos 5 – 6, hutannya habis terbakar, kalau mendaki malam hari sebaiknya berhati-hati, karena disini biasanya pendaki sering tersasar, karena jalur tak begitu terlihat.

Pos 6
Ketika tiba di Pos 6, perjalanan masih melalu hutan yg lumayan lebat, perjalanan terus melandai dan mulai mendaki dan hutan mulai menghilang berganti vegetasi hutan yg berbeda dan setelah 2 jam perjalanan, akan tiba di Pos 7, yg punya ketinggian 2710 mdpl.

Pos 7
Di Pos 7 pemandangan sangat indah dan lumayan terbuka. Dipos 7 inilah yg sering terjadi badai.

Pos 8
Dari Pos 7 menuju Pos 8, jalur mulai naik turun, di sepanjang jalur ini terdapat 2 kuburan dan ada pula In-memoriam pendaki yg tewas, setelah melewati 2 bukit yg punya ketinggian rata-rata 2700 mdpl, jalur akan menurun dan Tiba di Pos 8, disini tersedia mata air, dan biasanya pendaki bermalam disini baru keesokan paginya menuju puncak Bawakaraeng. Pemandangan rumput savana dan puncak Bawakaraeng terlihat dari pos 8 ini, suhu pada malam hari antara 8-10 derajat.

Pos 9
Setelah melewati padang savana dan ada kebun edelweis maka akan Pos 9 di tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan, di pos 9 juga bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Pos 10
Pos 10 adalah Puncak Gunung Bawakaraeng. Untuk mencapai puncak bawakaraeng, tidak lah terlalu sulit, walaupun sedikit mendaki. Setelah menempuh kurang lebih ½ jam perjalanan, maka akan tiba di Puncak Bawakaraeng. Sebaiknya sebelum menuju puncak perhatian kondisi alam di puncak, terkadang angin bertiup lumayan kencang.

Rute alternative bisa juga menggunakan jalur lintas, yaitu melewati lembah Rama, dari Pos 1 ada percabangan jalan, ambil jalur kanan dan tembuh di Pos 8, jalur ini lumayan panjang dan melewati lembah yg lumayan luar, bisa melihat Air Terjun Taka Palu yg punya ketinggian 50 meter. Rute Alternative lintas LompoBatang, Pendakian bisa juga lintas ke Gunung LompoBatang melalui puncak Gunung Bawakaraeng dan Turun di Kabupaten Gowa, menurut informasi dibutukan waktu 3 hari perjalanan.

Jalur Tassoso
Dusun Tassoso’ terletak disebelah Timur Laut puncak Gunung Bawakaraeng. Daerah ini yang berda tepat dibawah kaki gunung ini dan berada pada ketinggian 1.320m d.p.l, pada posisi koordinat 119°58′38″ BT dan 05°58′55″ LS. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Curah hujan rata-rata adalah 78.7mm/tahun dengan suhu udara minimum 15°C dan maksimum 27°C. Urutan pencapaian dari Makassar sebagai berikut:
Makassar–> Sinjai Barat (Manipi)–> Gunung Perak (Tassoso)–> Puncak Gunung Bawakaraeng.
0

Author

authorMy Trip My Adventure menggambarkan petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia.
Learn More →